Artikel

Ya Saman, Lagu Legendaris dari Palembang

Ay ya ya ya , ya saman
Pecaknyo mudah tapi saro nian
Ay ya ya ya , ya saman
Nyari bini yang bener bener setolok’an

Jika mendengarkan lagu tersebut apa yang terlintas dipikiran kalian? Sungai Musi yang terbentang luas? Jembatan Ampera yang kokoh berdiri kah? Atau bahkan gadis Palembang yang cantik nan manis?

Siapa yang tidak kenal dengan lirik lagu di atas, Lagu dengan lirik berbahasa Palembang ini begitu kental di telinga orang Palembang. Di acara pernikahan, syukuran, lagu ini kerap dinyanyikan oleh masyarakat. Bahkan lagu ini sempat dinyanyikan oleh Band Armada saat acara penutupan Sea Games ke-26 di Kota Palembang.

Ya Saman merupakan lagu legendaris, yang sudah dikenal seantero Sumatera Selatan, bahkan Indonesia. Karena kelegendarisannya, lagu tersebut mengundang sebuah pertanyaan, bagaimana asal muasal terciptanya lagu Ya Saman?

Dikutip dari Bujangkos.blogspot.id, Ya Saman itu sendiri diucapkan untuk hal-hal yang menakjubkan. Misalnya untuk hal yang positif, “Ya saman, cantiknyo gadis itu” (Ya Saman, cantik sekali gadis itu). Atau hal yang negatif, “ Ya Saman, nakal nian budak itu” (Ya Saman, nakal sekali anak itu). Jadi tergantung intonasi pengucapan juga.

Ucapan Ya Saman memiliki akar sejarah Islam di Palembang, sering diucapkan oleh para pengikut Tarekat Samaniyah yang ada di Palembang dan hingga sekarang Tarekat itu masih ada di Palembang. Dinamakan Samaniyah, merujuk pada pendirinya Syekh M.Saman, Ulama Madinah. Salah satu murid Tarekat ini, Syekh Abdul Samad membawa ajaran ini ke Palembang pada masa Kesultanan Mahmud Bahdarudin II.

Dan kata ini sering diucapkan untuk sesuatu yang luarbiasa. Karena Tarekat ini berkembang di Palembang pada masa itu, kemudian diikutilah pengucapan kata “Ya Saman” oleh masyarakat setempat yang bukan pengikut Tarekat. Hingga akhirnya menjadi istilah umum yang digunakan masyarakat Palembang, terutama tahun 1990 ke bawah.

Karena mempunyai akar sejarah yang bagus, maka Kamsul A.Harla mengabadikannya dalam syair lagu. Sedikit disesalkan oleh beliau, lagu ini agak slengek’an dan tercipta tanpa tahu akar sejarah yang menyangkut ulama pembawa ajaran ini. Mungkin saja kalau tahu akar sejarah sebelumnya, lagu ini tidak akan seperti sekarang.

Kamsul A.Harla merupakan seniman asal Palembang yang menciptakan lagu Ya saman. Beliau berkesempatan menyutradai sebuah seni pertunjukan teater musik di Palembang. Di sanalah lagu Ya Saman tercipta, alasanya karena sudah jarang sekali terdengar anak muda Palembang mengucapankan kata Ya Saman. Akhirnya lagu ini dimasukkan dalam pergelaran tersebut, yang ditampilkan dalam Acara Festival Sriwijaya.

Beberapa bulan kemudian, lagu ini akhirnya direkam dan didanai oleh Bank Sumsel untuk masuk dalam kompilasi lagu-lagu Palembang. Dalam kompilasi ini, lagu Ya Saman menjadi lagu paling bawah dalam list kompilasi. Serta dikarenakan kiprah beliau (Kamsul A.Harla) di Palembang telah lama hilang, produser menginginkan Zoel yang menjadi penyanyi dalam Lagu Ya Saman ini.

Awalnya lagu ini dianggap sepele, tapi beliau optimis yakin lagu ini yang bakal menjadi hits. Dan benar saja, dalam kompilasi tersebut, lagu Ya Saman lah yang menjadi hits, hingga akhirnya setahun kemudian lagu tersebut dimasukkan kembali dalam kompilasi lagu untuk Souvenir Visit Musi 2008. Lalu di produksi ulang dan disempurnakan lagi dengan arransemen yang lebih bagus.

Dan tetap lagu ini dianggap lagu yang tidak hits dalam album ini. Tapi tetap saja akhirnya lagu ini meledak. Dua album kompilasi yang dibuat memang bukan untuk dikomersilkan, tapi hanya untuk jadi souvenir dan dicetak oleh Pemda sebanyak 10.000 CD. Dan lagu Ya Saman di dua album inilah yang banyak beredar dimasyarakat sekarang.

Adapun sekarang versi yang terbaru merupakan pengembangan dengan Irama Salsa dan termasuk dalam mini album Souvenir Bank Sumsel bersama lagu Sunrise on Musi River. Dan sudah ada klip sederhananya di media Youtube. Untuk versi pertama lagu Ya Saman itu sendiri, tidak sempat terekam dan data lagunya telah hilang.

Nah, sudah terjawab bukan pertanyaannya? Mungkin saja, lagu Ya Saman ini akan terlantun kembali di acara Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan diselenggaran di Palembang bukan?

Ya saman, Palembang memang elok nian.

Penulis : Anisa Dwi Kurnia
Editor : Nurma Afrinda Prandansari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *