BeritaNews

WR 3 Unsri: Perkuliahan Semester Mendatang Belum Dapat Dipastikan

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Rabu (3/3), terkait rencana perkuliahan tatap muka semester ganjil 2021, Wakil Rektor (WR) III Universitas Sriwijaya (Unsri) belum dapat memastikan apakah akan dilaksanakan secara daring atau tatap muka.

WR 3 Unsri, Iwan Stia Budi mengatakan bahwa rencana perkuliahan di semester ganjil yang akan datang sebenarnya belum dibahas dalam rapat pimpinan. “Terkait perkuliahan semester depan belum dibahas dalam rapat pimpinan. Namun bisa kita lihat kebijakan vaksinasi yang dijalankan pemerintah saat ini, kalau ternyata dengan kebijakan vaksinasi belum bisa menstabilkan angka penyebaran Covid-19, kita seharusnya dapat lebih bijak dalam menggunakan metode-metode alternatif untuk pembelajaran,” ujarnya.

Vaksinisasi yang telah dilaksanakan sekarang telah menyasar ke tenaga kesehatan. Beliau mengatakan jika vaksinisasi ini terbukti efektif, maka baru bisa dilaksanakan perkuliahan secara tatap muka kembali.

Beliau juga menambahkan bahwa metode perkuliahan daring memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. “Sisi positifnya, yaitu fleksibel, bisa menjangkau seluruh mahasiswa. Namun sisi negatifnya, terkadang dosen tidak bisa mengontrol lagi sekian banyak mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. Dosen tidak tahu apakah mahasiswa memang benar mengikuti perkuliahan atau tidak. Terlebih lagi untuk mahasiswa yang hanya menampilkan foto saja selama perkuliahan berlangsung via platform seperti Zoom,” tambahnya. Beliau berharap agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, agar keadaan kembali stabil dan program vaksinasi dapat menjadi solusi yang efektif.

Salah satu mahasiswa Unsri, Alya memberikan pendapat bahwa ia berharap agar penyediaan alat kesehatan yang memadai dapat dipenuhi oleh pihak kampus apabila akan melakukan perkuliahan secara tatap muka pada semester mendatang. “Mungkin jika keadaannya masih belum stabil, saya lebih memilih untuk perkuliahan secara daring. Jika dirasa memang sudah cukup aman untuk melaksanakan perkuliahan secara tatap muka, mungkin bisa terlebih dahulu dipenuhi fasilitas kesehatannya,” katanya.

Terkait pelaksanaan perkuliahan secara daring, ia mengatakan bahwa proses pembelajarannya sudah baik namun terkadang permasalahannya masih terletak pada mahasiswa. “Mahasiswa terkadang masih malas-malasan untuk kuliah daring. Jika memang akan dilaksanakan kuliah tatap muka pada semester mendatang, saya lebih mengutamakan untuk alat kesehatan yang memadai dan kebersihan kampus saja. Selebihnya untuk keputusan perkuliahan apakah online atau offline, jika alat kesehatan sudah memadai dan kebersihannya sudah cukup bagus, saya rasa akan aman-aman saja,” tegasnya.

Sumber foto: detik.com

Penulis: (tha)

Editor: (fey)

Facebook Comments

Related Articles

One Comment

  1. tidak efektif, kebanyakan mahasiswa sudah mengjakau koneksi internet. harusnya untuk daring ya ada potongan UKT dong. Tidak peduli jalur SNMPTN,SBMPTN &USM harus ada potongan UKT yang adil. Tidak pakai fasilitas kampus UKT tetap full.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!