Citizen journalism

Waktu Pulang

Pulang ke sisi-Nya itu tidak memandang sehat atau sakit, muda atau tua, kaya atau miskin, pulang ke sisi-Nya tidak memandang segala-galanya. Setiap orang memiliki waktu untuk pulang, entah kapan waktunya, hanya Dia yang tau. Kita sebagai manusia hanya dapat berdoa agar kita pulang ke sisi-Nya dengan khusnul khotimah.

Pernahkah terbesit difikiran kita jika hari ini adalah hari terakhir kita ?

Pernahkah terbesit difikiran kita bahwa saat ini adalah waktu untuk kita pulang ?

Pernahkah terbesit difikiran kita apa yang akan kita lakukan untuk terakhir kalinya ?

Pernahkah terbesit difikiran kita, kita pulang ke sisi-Nya ketika kita masih menjadi seorang mahasiswa ?

Hanya diri kita masing-masing yang tahu akan jawabannya .

 

Adakalanya kita yang ditinggalkan dan sebaliknya adakalanya kita yang akan meninggalkan. Semua posisi itu pasti akan kita rasakan, ada yang sudah terlebih dahulu berada diposisi tersebut dan bahkan ada yang baru saja merasakan dan ada juga yang akan merasakan. Semua tergantung akan kekuatan hati kita, ada yang kuat dan ada yang tidak.

Ketika kita ditinggalkan oleh orang-orang yang pernah hadir di dalam kehidupan kita. Hal itu akan membuat kita bersedih bahkan ada yang tak sadarkan diri tetapi jangan pernah kita melupakan bahwa yang pernah hadir di dunia ini pasti akan kembali kepada sang pemilik-Nya. Semua yang ada di dunia ini adalah hak-Nya dan kepunyaan-Nya. Semua yang ada di dunia ini hanya akan bergantung kepada-Nya. Kita yang ditinggalkan hanya dapat berdoa dan memohon ampunan dari sang pemilik alam semesta.

Terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang ada di dalam kehidupan kita, jangan ada rasa dendam bahkan rasa benci, segeralah saling memaafkan karena kita tidak akan tau siapa yang akan pulang terlebih dahulu, selagi masih bisa saling memaafkan, selagi masih bisa saling mendoakan, semoga kita dapat melakukannya saat ini juga. Tidak ada kata malu untuk meminta maaf terlebih dahulu karena derajat mu akan jauh lebih tinggi ketika kau berani melakukan-Nya daripada memendam permusuhan hingga salah satu dari kita akan pulang.

Sebaliknya ketika telah tiba waktu untuk kita pulang ke sisi-Nya. Tidak terbayangkan apa yang akan terjadi, mungkin penyesalan dan kesedihan di dalam hati karena terlalu banyak dosa dan salah ketika hidup di dunia. Saat ini kita hanya bisa berdoa “Ya Tuhan kami, kami hanya bisa memohon dan memohon kepada Mu akan ampunan atas kesalahan yang setiap hari kami lakukan bahkan berulang-ulang bahkan setiap waktunya kami selalu saja melakukan kesalahan, sungguh rendahnya kami sebagai manusia, sungguh kecilnya kami, bahkan sangat kecil, tidaklah pantas untuk kami membanggakan diri, tidaklah pantas untuk kami untuk tidak mengingat Mu, Engkau yang selalu memberikan apa yang kami butuhkan, Engkau yang selalu memberikan nikmat sehat kepada kami, namun sangat jarang bagi kami untuk bersyukur, kami selalu merasa kurang dan kurang, kami selalu merasa bangga atas apa yang Engkau berikan, kami terlalu banyak salahnya dosa. Yang Maha Agung, kami hanya meminta agar Engkau selalu berada di hati kami agar Engkau selalu ada di fikiran kami, mohon ampun atas kesalahan kami, kami mohon genggamlah diri kami agar hanya bergantung kepada-Mu jangan biarkan kami bergantung pada ciptaan-Mu.”

Semoga yang membaca tulisan ini maupun yang menulisnya akan selalu mengingat bahwa akan ada saatnya kita akan pulang maka lakukanlah kebaikan selagi kita masih bisa melakukannya.

 

penulis:  Devi gusmalia juita (FMIPA Matematika Unsri)

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!