Berita

Wakil Ketua DPRD: Rektorat Unsri akan Segera Dipanggil

PALEMBANG, GELORA SRIWIJAYA.CO – Jumat (4/8) Aksi peduli Uang Kuliah Tunggal (UKT) berlanjut di gedung DPRD Sumsel diikuti oleh aliansi mahasiswa se-Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi menuntut pihak DPRD menjadi mediator dan memanggil pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) atas permasalah penurunan UKT mahasiswa Unsri, yang akhirnya disepakati akan dilaksanakan sebelum Senin (7/8) atau batas akhir pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).

Aksi tidak berakhir hanya di Rektorat Unsri Kamis (3/8), Jumat (4/8) berlanjut aksi mahasiswa Sumsel bersatu yang mengadu kepada wakil rakyat DPRD Sumsel dengan tiga tuntutan yaitu menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil pihak Rektorat Unsri atas permasalahan penurunan UKT semester 9, menjadi mediator dan memanggil pihak Rektorat Unsri dan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus pemukulan mahasiswa Unsri oleh oknum polisi dan karyawan Unsri, serta memanggil pihak Rektorat Unsri dalam menyelesaikan permasalahan 3 akun akademik mahasiswa Unsri yang dinonaktifkan oleh pihak Rektorat Unsri.

Mahasiswa diberikan kesempatan melakukan audiensi dengan pihak DPRD yang dihadiri oleh Yansuri, Wakil Ketua DPRD Sumsel; Budianto Marsul, Syaiful Fadli, Usman Effendi selaku anggota Komisi 3; dan Eddy Rianto, Rizal Kenedi selaku anggota Komisi 5 untuk menyampaikan tuntutan dan menjelaskan kajiannya mengenai Uang kuliah Tunggal (UKT). Audiensi ini berjalan tanpa adanya perwakilan dari Rektorat Unsri.

Aksi mahasiswa se-Sumsel dan tuntutannya pun dihadiri dan ditanggapi oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. “Kita dengarkan dulu, kita harus dengar dari kedua belah pihak. Saya tidak mengatakan atau mengambil kebijakan atau menghapuskan itu. Belum bisa, kalau itu kebijakan pemerintah kita carikan jalannya.”

Setelah audiensi selama kurang lebih 40 menit, maka hasil kesepakatan di tanda tanganinya nota kesepahaman sebagai tanda persetujuan atas tiga tuntutan dari pihak koodinator aliansi BEM Se-Sumsel, Rahmat Farizal selaku Presiden Mahasiswa Unsri kepada pihak DPRD Sumsel, Yansuri selaku Wakil Ketua DPRD Sumsel.

“Kami akan undang dari Unsri, mudah-mudahan yang hadir langsung adalah Rektor Unsri, saya yakin beliau akan datang, kami panggil senin pagi (7/8), surat sedang kami bikin, mudah-mudahan kalau bisa sore ini (4/8) kami antarkan,” ungkap Yansuri di depan mahasiswa aksi setelah menandatangani nota kesepahaman.

Terkait dengan memperjuangkan penurunan UKT semester 9 akan terus berlanjut, “Perjuangan kita tidak pernah berhenti, perjuangan kita tidak pernah berkurang, kita memperjuangkan penurunan UKT untuk mahasiswa, jika perjuangan ini berhenti maka berefek juga untuk mahasiswa-mahasiswa angkatan seterusnya,” ungkap Rahmat Farizal saat konferensi pers.

Jika pihak Rektorat tidak mendatangi panggilan pihak DPRD maka aksi akan terjadi lagi, “Yang jelas aksi besar-besaran jilid dua akan terjadi, dengan masa yang lebih besar. Bisa jadi bahwa keadilan dan penyampaian aspirasi sudah tidak ada lagi di kampus Unsri,” ungkapnya.

Namun Presiden Mahasiswa ini yakin bahwa tuntutan ini akan dikabulkan, “Saya yakin perjuang ini akan berbuah hasil, karena sudah banyak kampus-kampus Indonesia yang mengalami penurunan UKT semester 9, mari kita percaya bahwa perjuangan kita akan membawa hasil,” tungkasnya.

Penulis : (num)
Editor : (yst)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!