BeritaNews

Wajibkan Penggunaan Hijab Saat PK2, BEM KM Unsri Tuai Kritik

SUMATERA SELATAN, GELORASRIWIJAYA.CO– Pada Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Univesitas Sriwijaya (Unsri) 2020, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri mewajibkan bagi mahasiswa baru yang beragama Islam untuk menggunakan hijab.

Hal ini menjadi sorotan di sosial media, ada banyak pihak yang kurang sependapat dengan wajibnya penggunaan hijab pada PK2 2020. Renaldo Gizind selaku ketua GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Komisariat Sriwijaya mengungkapkan bahwa ia kurang setuju dengan kewajiban penggunaan hijab tersebut. “Saya tidak menolak perintah agama namun yang tidak saya setujui disini adalah kewajiban penggunaan hijab pada PK2,” ucapnya.

Dia juga berdalih bahwa Unsri merupakan universitas umum sehingga mewajibkan penggunaan hijab akan menimbulkan penegasan akan perbedaan. Ia merasa hal tersebut kurang etis jika terjadi di universitas umum, tanpa corak keagamaan.

Ia merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 E, khususnya ayat (2), yaitu “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.” Ia mengatakan bahwa, “Berdasarkan UUD tersebut dapat dilihat kekeliruan dalam wajibnya penggunaan hijab bagi mahasiswa baru di PK2 2020. Sebab setiap orang berhak menentukan sikap sesuai hati nuraninya tanpa paksaan oleh pihak manapun.”

Sebaliknya, Izham Khaliq Suryadi selaku ketua pelaksana PK2 2020 mengungkapkan bahwa, “Tujuan mewajibkan penggunaan hijab tersebut hanya agar terlihat rapi dan menandakan sebagai seorang muslim maka dari itu kami (BEM-U) samaratakan.”
Izham juga menambahkan bahwa wajibnya penggunaan hijab tersebut tidaklah sepenuhnya wajib. “Itu tergantung mahasiswanya masing-masing. Kami tidak sepenuhnya mewajibkan jika memang mahasiswanya tidak mau mengenakan hijab saat PK2 berlangsung silakan untuk tidak dipakai, tidak akan ada hukuman dari panitia. Kami juga tidak mengetahui apakah mahasiswa baru mengenakan setelan yang seseuai atau tidak karena hanya beberapa mahasiswa saja yang ditampilkan wajahnya,” jelasnya.

Penulis: (feb)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!