BeritaNews

Udara Sumsel Memasuki Ranah Tak Sehat, FMIPA Ikuti G17S

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Sabtu (14/9), Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akhir-akhir ini terjadi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hal tersebut menyebabkan timbulnya kabut asap yang hingga saat ini sudah memasuki ranah tidak sehat.

Muhammad Gulam Zakia, Gubernur Mahasiswa (Gubma) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bersama bupati-bupati se-FMIPA menggencarkan sikap FMIPA siap melawan asap menuju gerakan 17 sepetember (G17S) Karhutla. Pernyataan sikap ini meliputi tiga poin penting dari diskusi bersama warga FMIPA Jumat lalu, diantaranya:

  1. Siap melawan asap dan Karhutla yang saat ini tengah melanda Sumsel,
  2. Berkomitmen untuk mengawal permasalahan ini hingga tuntas,
  3. Mengajak seluruh Mahasiswa FMIPA untuk turut serta mengambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan ini, dan menyambut Konsolidasi Final pada hari Senin, 16 September 2019 serta Gerakan 17 September-Karhutla.

Gulam menyebutkan, bahwa gerakan 17 September sendiri datang dari cetusan beberapa wilayah gerakan nasional (Garnas) seperti Pontianak, Riau dan Sumsel. Pada tanggal itu akan diadakan aksi serentak untuk melawan asap.

Ia melanjutkan, “Untuk wilayah Sumsel, terutama kota Palembang berdasarkan dari data BMKG sudah memasuki ranah cukup tidak sehat.”

Sejauh ini, belum ada gerakan bersama masyarakat sekitar Unsri Indralaya mengenai Karhutla. “Tetapi FMIPA bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah turun langsung ke lapangan untuk bagi-bagi masker. Selain itu, di wilayah Palembang pada hari Minggu mendatang akan diadakan acara Car Free Day. Karena dilihat dari indikatornya, Palembang yang paling parah terkena dampak asap ini,” urai Gulam.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa sudah seharusnya ada pengawasan langsung terkait pembukaan lahan di wilayah Sumsel, agar tidak terjadi lagi hal semacam ini.

Faisal, mahasiswa Ilmu Kelautan juga menanggapi terkait G17S ini, “Menurut saya gerakan melawan asap ini positif sekali. Apalagi polusi asap ini sangat mengganggu kesehatan.”

Penulis: (fat)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *