BeritaNews

Tuntutan Mahasiswa kepada DPRD Sumsel Terkait Omnibus Law

PALEMBANG, GELORASRIWIJAYA.CO – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dari berbagai universitas di Palembang, organisasi lingkungan dan buruh melakukan aksi nasional menolak sahnya Omnibus Law Cipta kerja di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tuntutan, Kamis (8/10).

Dalam sesi temu antara perwakilan mahasiswa dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumsel sebelum menandatangani nota kesepakatan. ”Inikan permasalahan negera, jadi kita harus bijak. Saya juga sudah menghubungi pak Mohendi yang mewakili Ibu ketua, beliau bersedia untuk video call bahkan misalnya mau ke Jakarta 3 orang, mereka akan difasilitasi,” ujar Ramadhan S. Basyeban, Sekwan DPRD Sumsel.

Setelah sempat gaduh akhirnya Sekwan DPRD bersedia menandatangani poin kesepakatan antara massa dengan DPRD Sumsel. Adapun kesepakatan antara Sekwan dan aliansi mahasiswa se-Sumatera Selatan, antara lain:

  1. Akan menyampaikan poin-poin yang diinginkan mahasiwa Sumsel kepada DPRD Sumsel.
  2. Pimpinan DPRD provinsi memfasilitasi utusan dari aliansi mahasiswa Sumsel ke Jakarta.

Dalam surat kesepakatan tersebut terdapat catatan, apabila kesepakatan tersebut tidak terealisasikan sampai Senin (12 Oktober 2020) mendatang, maka mereka akan datang melakukan aksi kembali.

“Sebenarnya perasaannya sedikit kecewa ya, karena bukan ketua DPRD langsung yang menandatangani tuntutan yang kita layangkan, namun apalah daya ketika tadi yang sama-sama kita lihat situasi yang sudah sangat kacau dan tidak terkendali lagi,” ujar Maulana, salah satu massa aksi ketika diwawancari mengenai tuntutan yang sudah dilayangkan kepada perwakilan DPRD yang nantinya akan diteruskan ke pimpinan DPRD Sumsel.

Penulis: (dee)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!