Artikel

Tempat Duduk Mempengaruhi Nilai Ujian, Benarkah?

“Guys, titip tempat duduk buat aku ya”
“Aku sisain barisan tengah pokoknya”
“Jangan lupa tempahin tempat duduk guys”

Seberapa seringkah kalian mendengar kalimat-kalimat di atas? Seberapa sering juga kalian mengucapkan kalimat seperti di atas?

Kalimat di atas hanyalah sebagian dari begitu banyaknya kalimat yang diutarakan seseorang saat ujian kampus sudah di depan mata. Entah apa yang merasuki pikiran mereka, sehingga kalimat-kalimat tersebut dilontarkan. Apa karena mereka tidak belajar? Atau memang sudah terpatri bahwa spot ternyaman saat ujian akan berdampak pada nilainya.

Lucunya, saat mahasiswa sudah mengambil posisi duduk ternyamannya, ternyata dosen malah mengganti kelas ujian. Disinilah ketangguhan seorang mahasiswa dalam berlari pun diuji agar di kelas yang baru masih pada posisi yang sama dengan kelas sebelumnya. Tak ketinggalan juga, kerumunan mahasiswa sudah menutupi pintu kelas sedangkan kelas tersebut masih digunakan. Sangat menggangu bukan?

Sampai detik ini pun penulis rasa bahwa tempat duduk akan berpengaruh besar pada nilai tidaklah benar seratus persen. Bahkan penulis ataupun kalian semua belum pernah mendengar penelitian yang mengatakan bahwa hal ini benar adanya. Ya, karena itu hanyalah sebuah mitos di kalangan mahasiswa.

Akan tetapi, bisa saja hal ini benar jika hal tersebut dibantu dengan usaha kalian dalam mengeluarkan berbagi jurus yang tak kasat mata saat ujian berlangsung. Seperti membaca contekan yang sudah kalian persiapkan dari rumah. Mungkin bisa juga dengan tempat duduk yang kalian pilih sangat dekat dengan teman yang cukup pintar di kelas. Tapi, belum tentu juga hal itu akan berhasil kalau temanmu menjadi budek seketika saat ujian berlangsung.

Walaupun begitu, tidak selamanya kebiasaan kalian meminta tolong untuk disediakan kursi menunjukkan bahwa ingin berbuat curang. Bisa saja tempat duduk yang diidamkan tersebut akan membuat kalian lebih santai dan dapat berpikir jernih saat ujian. Sehingga kertas ujian yang semula kosong akan terisi dengan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh dosen.

Perlu diingat satu hal bahwasanya nilai bukanlah di atas segala-galanya sobat. Terpentingnya ialah bagaimana kalian berproses dalam setiap perkuliahan dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya ketika dosen sedang menjelaskan di kelas. Begitu pula dengan dosen di kampus seharusnya lebih menilai berdasarkan proses.

Mungkin dengan cara lebih banyak memberikan ruang diskusi selama perkuliahan dan lain sebagainya. Bukan malah menilai berdasarkan hasil yang baik saja tapi dalam prosesnya tidak bisa apapun atau dapat dikatakan hanya bisa berbuat curang. Bagaimana,setuju bukan?


Penulis : (jap)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!