Editorial

Tanda Tanya Terkait Penggunaan KPM di Lingkungan Kampus

Beberapa waktu lalu, 15 April 2019, Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya (Unsri) mengeluarkan surat edaran yang berisi instruksi kepada mahasiswa Unsri untuk wajib mengalungkan Kartu Pengenal Mahasiswa (KPM) saat berada di lingkungan Unsri.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai muncul dari para mahasiswa, seperti,

Untuk apa sih KPM pakai dikalungin segala?”,

Buat apa repot-repot ngalungin KPM kalo nggak perlu?”,

Fungsi dikalungin buat apa?”, dan lain sebagainya.

Menarik jika ditelusuri lebih dalam reaksi mahasiswa terkait surat edaran tersebut. Ada mahasiswa yang mengindahkan instruksi itu, ada pula yang tak acuh, bahkan ada yang tidak tahu.

Jadi begini, pertama-tama kita harus tahu terlebih dahulu apa urgensi dari KPM ini sendiri. Selain sebagai identitas, penggunaan KPM juga dimaksudkan untuk menjaga keamanan kampus kuning kita ini. Caranya bagaimana? Dengan adanya penggunaan KPM, pihak keamanan akan lebih mudah mengidentifikasi orang-orang yang masuk ke kawasan Unsri, baik itu mahasiswa, dosen, karyawan, atau orang luar yang ingin mengeksplorasi Unsri.

Penggunaan KPM masih dalam tahap uji coba, dan waktunya itu sekitar satu bulan. Selain itu, satpam yang menjaga gerbang Unsri terkadang masih lengah mengawasi siapa yang masuk dan keluar Unsri, sangat disayangkan. Namun, Rektor Unsri, Anis Saggaff mengatakan selepas masa percobaan ini tidak akan ada lagi orang luar yang bisa masuk ke Unsri, karena satpam telah diberikan otoritas untuk menahan orang-orang yang tidak memiliki identitas Unsri masuk. Dengan kata lain, untuk tahun akademik 2019/2020, KPM sudah wajib hukumnya dipakai di kampus Unsri.

Angkot dan bentor pun hanya diperkenankan mengantar mahasiswa atau penumpang sampai ke gerbang Unsri saja pada tahun akademik 2019/2020 mendatang, dan mahasiswa akan diantar ke tujuan menggunakan bus internal Unsri. Bus internal Unsri sendiri saat ini jumlahnya sudah ada enam unit, dan Rektor berencana untuk menambah empat unit lagi.

Lain halnya dengan  acara-acara besar seperti wisuda dan lain sebagainya, Unsri akan memberikan tanda pengenal berupa stiker sebagai penanda bahwa kendaraan tersebut membawa warga Unsri.

Sudah hampir sebulan sejak disebarkannya surat edaran terkait aturan pengalungan KPM, ini berarti sebentar lagi aturan tersebut sudah harus benar-benar diterapkan. Namun, masih ada mahasiswa yang belum mematuhinya. Dari hasil pengamatan kami, ada beberapa faktor menyebabkan mahasiswa tidak mengalungkan KPM saat berada di kampus.

Pertama, jumlah kalung KPM untuk mahasiswa masih kurang. Saat mahasiswa baru mengambil KPM, seharusnya kalung sudah termasuk fasilitas yang didapatkan, namun karena ketersediaannya terbatas membuat beberapa mahasiswa tidak mendapat fasilitas tersebut.

Kedua, satpam masih belum tegas menegur mahasiswa agar mengenakan KPM. Terkadang, kita perlu ditegur untuk bisa patuh dengan aturan. Sedikit teguran atau peringatan yang tegas dari satpam harusnya cukup membuat kita sadar untuk mengenakan KPM saat berada di lingkungan Unsri.

Ketiga, kurangnya sosialisasi dari pihak fakultas. Sosialisasi mengenai penggunaan KPM di beberapa fakultas belum diadakan. Padahal, bentuk sosialisasi itu tidak harus melalui pengumpulan seluruh mahasiswa fakultas di suatu tempat. Bisa dengan menyebarkan pamflet berisi ajakan untuk mengenakan KPM saat berada di kawasan kampus.

Terakhir, kesadaran dalam diri mahasiswa yang masih kurang. Meskipun ada mahasiswa yang belum menerima sosialisasi mengenai KPM ini, pasti sudah ada mahasiswa yang mengetahuinya. Jika sudah tahu, seharusnya kita mengikuti instruksi tersebut, karena pada akhirnya itu akan mempermudah kita dalam hal akses masuk dan keluar kampus, serta dapat menjadi identitas diri.

Meski terkesan sepele, mengalungkan KPM sebagai identitas dan untuk meningkatkan keamanan di kampus tetaplah instruksi dari Rektor untuk mahasiswa Unsri. Sebagai kaum yang berpikir, kamu bisa menanggapi sendiri terkait kebijakan yang diambil Rektor demi almamater kita tercinta.

Penulis : Redaksi

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *