BeritaNews

Talkshow GGSL Jilid V: Sumsel Darurat Sampah

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Mahasiswa Sosial Pencinta Alam (Masopala) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan talkshow Gebyar Generasi Sadar Lingkungan (GGSL) Jilid V dengan tema “Peran Generasi Milenial dalam Melestarikan Lingkungan, Isu Sampah Plastik” Senin (22/4), di Gedung Teater FISIP Unsri Indralaya.

Talkshow tersebut membahas permasalahan kerusakan lingkungan, terutama isu sampah plastik, mulai dari realitas sampah plastik hingga perspektif sosiologis terhadap kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.

Berdasarkan riset yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera selatan (Sumsel) darurat sampah, setiap satu orang menghasilkan sekitar 4.000 ton sampah per hari di Sumsel. Sampah yang di hasilkan Kota Palembang sebesar 1.300 ton per hari. Namun, yang dapat terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebesar 800 ton, terdapat 500 ton sampah per hari menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Terkait hal tersebut, Vieronica Varbi, Dosen FISIP Unsri menjelaskan bahwa krisis ekologi sudah berada di ambang batas, dalam perspektif sosiologis, merusak lingkungan hidup sama dengan merusak moral. “Alam itu adalah sistem, jadi kalau alam itu rusak kita tidak bisa berdiri. Bumi itu warisan bersama yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Selain itu, pembicara dari Walhi Sumsel, Puspita Indah Sari Sitompul mengatakan pemerintah harus lebih tegas mengingatkan bahwa produsen wajib melakukan pendaurulangan sampah, salah satunya adalah dengan menarik kembali sampah dari produk tersebut, sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008. “Kalau tidak tegas sampah ini akan terus menumpuk,” pungkasnya.

Dalam rangka mengurangi volume sampah plastik, Masopala menjadikan sampah plastik dan membawa botol air minum sebagai syarat wajib untuk mengikuti talkshow.  Reza Hamdani selaku Ketua Umum Masopala mengatakan, “Untuk mengurangi sampah plastik salah satunya dengan menggunakan botol air minum, kami siasati dengan menyediakan air galon untuk peserta. Bukan hanya itu, penggunaan sedotan stainless juga dapat mengurangi sampah sedotan plastic, karena bisa digunakan dalam jangka panjang,” tutupnya.

Penulis: (nia)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!