EditorialOpini

Stop Diseminasi Racun oleh Pembakaran Sampah di Udara Terbuka

 

Kata sampah bukanlah hal yang asing lagi bagi kita bahkan setiap hari kita pasti menemuinya. Ketika mendengar kata sampah, hal pertama yang terbesit dibenak kita bahwa sampah adalah sejenis kotoran atau kumpulan berbagai macam benda yang telah dibuang serta menimbulkan bau busuk, walaupun tidak seluruh sampah itu tidak berguna dan ada juga sampah yang bisa di daur ulang. Namun tahukah anda? Sampah yang seringkali kita anggap sepele itu bisa menjadi sangat berbahaya dan mengancam kelangsungan hidup kita apalagi sampah itu dibakar di udara terbuka.

Ketika sebuah keluarga membakar sampah di halaman belakang rumah mereka, ternyata asap pembakaran sampah yang hanya berasal dari satu rumah ini menghasilkan racun udara yang jauh lebih banyak dari yang dikeluarkan oleh alat pembakar sampah (incenerator) yang melayani puluhan ribu rumah tangga.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Dengan kata lain sampah adalah sisa material yang tidak diinginkan karena tidak menghasilkan manfaat lagi. Sampah merupakan masalah sosial yang belum terselesaikan yang terdapat pada masyarakat, baik di kota maupun pedesaan.

Pembakaran sampah menghasilkan racun karbonmonoksida (CO). CO merupakan gas yang mampu membunuh orang secara massal. Bila dihirup, gas ini akan berikatan dengan hemoglobin darah. Akibanya, hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu akibatnya tubuh akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian.

Disini kita membicarakan tentang semua pembakaran sampah baik itu plastik, kayu, berbagai macam kertas dan lain sebagainya. Terlebih lagi pembakaran sampah plastik karena pembakaran sampah plastik sangat membahayakan.

Sampah plastik, ketika dibakar dapat membebaskan partikel karbon monoksida, dioksin dan klorin. Semua ini merupakan partikel beracun yang mempunyai potensi tinggi menyebabkan kanker, Apalagi sampah basah mengakibatkan partikel-partikel yang terbakar beterbangan dan mengakibatkan reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya.

Satu lagi racun yang berbahaya yang di hasilkan dari pembakaran adalah Dioksin. Dioksin adalah istilah yang umum dipakai untuk salah satu keluarga bahan kimia beracun yang mempunyai struktur kimia yang mirip serta mekanisma peracunan yang sama.

Dioksin terakumulasi secara biologi (bioaccumulated) dan tersebar di lingkungan dalam konsentrasi yang rendah sampai parts per trillion (satu per 10 pangkat 12), terakumulasi sepanjang kehidupan dan ada terus bertahun tahun. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker dan efek lainnya terhadap binatang dan manusia.

Efek dioksin terhadap binatang adalah perubahan sistim hormon, perubahan pertumbuhan janin, menurunkan kapasitas reproduksi, dan penekanan terhadap sistim kekebalan tubuh.

Efek dioksin terhadap manusia adalah perubahan kode keturunan (marker) dari tingkat pertumbuhan awal dari hormon. Pada dosis yang lebih besar bisa mengakibatkan sakit kulit yang serius yang disebut `chloracne.’

Dioksin dapat terdeteksi di udara, tanah, lapisan sedimen dan makanan. Dioksin ditranspor terutama melalui udara dan terkumpul dipermukaan tanah, bangunan, jalanan, air dan daun daunan.

Dioksin banyak dikeluarkan dari sumber-sumber mesin pembakaran sampah perumahan dipekarangan atau udara terbuka, kebakaran hutan, tempat pembakaran bekas alat alat kedokteran, peleburan tembaga tahap kedua, pembangkit listrik tenaga batubara, pemutihan dengan bahan khlor bubur kayu dipabrik pembuatan kertas. Kebanyakan manusia terkena dioksin dari makanan yang kita makan. Khususnya dari lemak binatang yang berhubungan dengan daging sapi, babi, unggas, ikan, susu dan masih banyak lagi.

Masih banyak racun-racun lain yang ditimbulkan oleh pembakaran sampah, racun dari pembakaran sampah dapat menyebabkan penyakit kronis seperti bronchitis, emphysema dan kanker.

Pada orang dewasa mungkin dengan waktu yang lebih lama untuk menunjukan efek bahaya racun karena pembakaran ini tetapi anak-anak beresiko lebih besar karena anak-anak yang masih kecil dari fisik,  mereka dapat menyerap racun dengan dosis yang lebih tinggi pada setiap nafas yang mereka hirup.

Kita yang mengetahui tentang bahaya dari pembakaran sampah, harus mencari jalan terbaik untuk menginformasikan kepada publik, jangan sampai informasi tentang bahaya yang mengancam kesehatan ini dibiarkaan terpendam dalam pengetahuan. (sue)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!