CerpenSastra

Stalker

Karya:  FEBI NANDA HASENA

Genre : Teenfiction 16+ (oneshoot/cerpen)

Wattpad : @Eiffelby | Instagram1 : Eiffelby | Intagram2 : Eiffelby_

 

Di sebuah kamar bernuansa hijau tosca penuh dengan tempelan foto seorang laki-laki. Semua ekspresi dan kegiatan yang dilakukan laki-laki itu ada di dalam foto itu yang terpajang jelas di dinding dekat tempat tidur.

Keyna Lolita, nama pemilik kamar hijau tosca. Perempuan remaja yang baru saja naik kelas tiga SMA. Keyna memiliki hobi mengumpulkan sesuatu yang di sukai laki-laki yang dia kagumi selama ini. Apapun itu dia tidak akan pernah ketinggalan mengetahui secuil informasi tentang laki-laki itu.

Kau harus bahagia Rian apapun itu, gumam Keyna dalam hati sembari menyentuh salah satu foto.

Ting!

Satu notif line berbunyi di ponsel bercase merah bata itu.

 

Mira Helana

Guys, hari ini Rian mau tanding basket lo.

Kalian pada nonton gak? (Read 2)

 

Olivia Pratama

Tentu dong

Eeh denger-denger Rian lagi deket sama adik kelas tuh (Read 2)

 

Mira Helana

Wahh, kalah saing dong (Read 2)

Lagi-lagi selalu saja ada penganggu, gumam Keyna dalam hati.

 

Keyna Lolita

Hm (Read 2)

 

Keyna meredupkan layar ponselnya setelah membaca grup line itu. Satu hal yang paling Keyna benci adalah ada seseorang yang berani mendekati laki-laki yang dia sukai selama ini.

 

***

 

Keyna sudah sampai di Berlian Highschool, sekolah terfavorite di Bandung. Sekolah yang menjadi target Keyna untuk mencapai tujuannya yaitu menjadikan Rian miliknya seorang.

Dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam lingkungan sekolah. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Rian bersama seseorang murid perempuan cantik. Keyna langsung bersembunyi di balik dinding dan terus mengamati apa yang dua manusia itu bicarakan.

“Kak Rian ada apa memanggil Tyas?” tanya siswi perempuan itu.

“Oh jadi gini, lo mau gak jadi pacar gue?” ucap Rian sembari memberikan setangkai bunga mawar.

“Serius Kak?”

“Iya gue serius.”

“Yaudah deh kak, Tyas mau.”

Di balik dinding, Keyna hanya mengepal kesal tangannya. Dia yang sudah lama menunggu kini mulai di hadang kembali. Padahal sudah banyak yang dia lakukan untuk mendapatkan Rian walau hanya diam-diam.

Keyna membalikkan badannya segera menuju ke kelas. Dia harus memikirkan rencana lain untuk membuat hubungan mereka berdua berakhir seperti hubungan Rian sebelumnya.

Dia tidak akan membiarkan kisah asmara itu berlalut semakin jauh.

Apa yang harus gue lakukan sekarang? tanya Keyna pada dirinya sendiri.

“Hey Keyna!” tegur Mira mengangetkan Keyna.

“Astagah! Gila lo hampir aja gue jantungan!”

Slow Key, lo jangan mati jantungan disini. By the way lo ngapain sih daritadi? Lagi ada masalah ya?” tanya Mira seraya melirik raut wajah Keyna.

“Enggak kok Mir.”

“Eeh, lo tahu gak? Rian udah jadian sama adik kelas itu yang namanya Tyas, lo tahu kan?”

Keyna hanya menggeleng, berpura-pura tidak tahu semua itu. Pada kenyataannya dialah orang pertama yang mengetahui berita menyedihkan itu secara langsung di depan mata.

“Lo lupain aja deh sih Kak Rian. Percuma juga lo jadi stalker dia selama tiga tahun tapi Rian gak pernah jadi milik elo,” ujar Mira dengan serius.

“Lo bener, Mir,” balas Keyna, Tapi lebih bener lagi kalau Rian jadi milik gue dan sih Tyas pergi jauh dari kehidupan Rian, batin Keyna.

Keyna dan Mira masuk ke dalam kelas yang ribut dengan kegaduhan murid-murid. Keyna duduk di posisi belakang sudut dinding sedangkan Mira duduk di depan Keyna. Lalu, di samping meja Keyna tempat duduk Rian.

Meja Rian kosong, sepertinya laki-laki itu belum masuk ke kelas. Dengan cepat Keyna meletakkan kertas yang sudah dia siapkan semalam ke dalam laci Rian secara diam-diam. Memberikan sepucuk kertas untuk Rian sudah biasa dia lakukan selama di sekolah.

Keyna kembali pada posisinya yang tenang dan pendiam. Dia mengambil dan membuka buku pelajaran Matematika selagi menunggu Rian masuk ke dalam kelas.

Beberapa menit kemudian, ruang kelas penuh dengan suara sorakan murid yang memberikan selamat untuk Rian yang baru jadian. Semua sorakan itu membuat telinga Keyna panas dan risih. Andai saja, dia bisa membungkam semua mulut manusia yang mendukung hubungan Rian dan Tyas.

“Wah, ada surat lagi nih. Pasti dari orang yang sama dan gue penasaran siapa sih yang rajin kirimin gue surat kaya gini?” tanya Rian yang sudah duduk di kursi sembari membuka isi kertas itu.

Keyna tersenyum tipis melirik ke arah Rian yang membaca surat darinya. Tapi tak lama, Tyas masuk ke dalam ruang kelas XII-D menghampiri Rian, mengambil surat itu dan membacanya kuat-kuat. Semua murid lain tertawa mendengar isi surat cinta yang berisi semua aktivitas yang Rian lakukan di sekolah.

Stalker? Kayanya gue kalah saing deh sama nih surat,” ujar Tyas dengan raut wajah cemberut.

Rian beranjak dari posisinya, berdiri di hadapan Tyas lalu menyentuh kedua pipi perempuan itu. “Tentu saja gak lah, mana mungkin lo kalah saing sama surat yang gak jelas siapa pengirimnya.”

“Siapa sih yang kirim nih surat?”

Gue yang kirim dan gue yang menjadi stalker Rian selama tiga tahun, jawab Keyna dalam hati.

Dari suratnya nih cewek tahu semua apa yang kak Rian lakukan, gue harus cari tahu siapa nih cewek sebelum semua terlambat, gumam Tyas dalam hati.

“Loh ini kan kejadian yang baru terjadi?” Rian kaget melihat isi surat itu yang menceritakan betapa perih hati perempuan itu melihat Rian menyatakan perasaan kepada Tyas.

Rian semakin takut jika Stalker yang selama tiga tahun ini selalu mengusik kehidupannya tiba-tiba akan mencelakakan Tyas. Rian semakin ingin mengetahui jati diri pengirim surat itu dan beberapa kado yang selalu dia terima di setiap ulang tahunnya. Sebelum terlambat dan terjadi hal buruk nantinya.

 

***

 

Jam istrirahat tiba setelah penat melewati dua mata pelajaran yang membosankan. Matematika dan Kimia. Pelajaran berhitung yang hampir rata-rata di benci semua murid di dunia.

“Key, tunggu!” teriak Mira menghentikan langkah kaki Keyna.

Keyna menghentikan langkahnya tadi. “Ada apa? Waktuku tidak banyak Mir.”

“Lo gak berniat mau merencanakan rencana lo itu kan, Key?” tanya Mira dengan tatapan serius.

“Maaf gue harus lakuin itu, Mir. Gue gak bisa mengiklaskan kak Rian bahagia bersama Tyas, lo tahu itu kan?”

Mira meraih tangan Keyna mencoba menahan niat yang akan dilakukan temannya itu. Dia sudah cukup menyaksikan apa yang dilakukan Keyna dulu terhadap Fella dan kak Rian.

“Lepasin tangan lo dari gue, Mir.”

“Gak Key, gue kaya gini karena lo teman gue bahkan lo sahabat gue sendiri,” balas Mira dengan tatapan memohon kepada Keyna.

Keyna tidak mengubris ucapan Mira. Keyna melepaskan genggaman tangan Mira dari tangannya tadi. Lalu melangkahkan kakinya meninggalkan temannya itu yang terus berteriak memanggil namanya. Keyna mempercepat langkahnya dua kali lebih cepat. Tapi langkahnya terhenti tepat di depan toilet perempuan. Dia dihadang dua perempuan yang sudah di perintahkan oleh Tyas untuk membawa Keyna ke suatu tempat.

 

***

 

Di ruangan yang penuh dengan setumpukkan meja dan kursi yang sudah tidak layak pakai menjadi tempat Keyna di sekap. Mulutnya sudah di sumpel kain, kedua tangannya di ikat kuat dan kedua kakinya diikiat dengan tali tambang. Dia diikat dalam keadaan tegantung pada posisi duduk di kursi.

“Wah, ada Stalker yang ketahuan nih. Jadi lo yang ganggu pacar gue, gitu?” ujar seseorang murid perempuan yang tidak lain Tyas.

Keyna terus memberontak melepaskan diri. Dia tidak takut jika dia terjatuh ke bawah karena mencoba melepaskan diri.

“Lo ngomong apa sih? Gue gak bisa denger tahu. Lo bisu ya Keyna Lolita, hum?”

Mereka semua tertawa setelah mendengar Tyas selesai berbicara. “Dia sungguh menyedihkan Tyas. Lebih menyedihkan lagi kalau dia terluka kali ini, bagaimana?”

“Ide yang bagus, Eliana!” seru Tyas sumringan.

Tyas mengambil kayu yang masih kokoh di sudut ruangan gudang itu. Semua yang menyaksikan bertepuk tangan tidak sabar lagi melihat pertunjukkan itu.

“Kau tahu kenapa aku membawamu kemari?” tanya Tyas seraya menganyunkan kayu itu ke sembarang arah.

Keyna bergumam sembari menggeleng. Keringat dingin bercucuran membasahi sekujur wajahnya. Dia tidak ingin terluka dan menahan rasa sakit lagi demi Rian.

Tyas tersenyum tipis. “Karena kau berencana ingin menggagalkan rencanaku untuk memiliki Rian, bukan?”

Sontak Keyna kaget merasa tidak percaya mendengar kalau Tyas mengetahui rencananya itu. Jika rencananya gagal maka dia tidak akan bisa melindungi Rian kembali.

 

***

 

“Rian!!” teriak Mira dan Olivia memanggil laki-laki yang baru saja keluar dari kelas.

“Ada apa?” balas Rian dengan tatapan bingung.

Mira dan Olivia mengatur terlebih dahulu napas mereka sebelum memulai berbicara.

“Jadi gini, lo tahu Keyna kan?” tanya Olivia.

Rian menganggukan kepala, “Iya gue kenal, kenapa?”

“Keyna dalam bahaya Rian. Dia di sekap oleh Tyas dan teman-teman genk-nya di gudang,” lanjut Olivia.

Rian tertawa kecil. “Kalian berdua pasti bohong kan bilang gitu? Mana mungkin Tyas kaya gitu sama Keyna.”

“Mending lo ikut kita ke gudang sekarang sebelum lo kehilangan seseorang yang tulus sayang sama lo!”

Mira menarik tangan Rian bergegas menuju gudang diiringin Olivia di belakang. Rian tidak pernah tahu kalau Keyna selalu melindunginya selama menjadi stalker diam-diam. Keyna juga yang mengakhiri setiap hubungan Rian dengan semua cewek. Dia memiliki alasan melakukan itu semua.

Sesampai di gudang, mereka mendapati pintu gudang terkunci rapat. Mau tidak mau mereka harus mendobrak pintu itu dengan paksa.

“Jangan sentuh Keyna! Kalian semua biadab!” teriak Mira melihat keadaan Keyna yang sudah babak belur dan mendapati segerombolan perempuan mengepung Keyna.

Rian tidak percaya apa yang dilakukan Tyas kepada Keyna. Entah, posisinya sekarang harus bagaimana melihat semua itu.

Tyas berlari ke arah Rian mencoba menjelaskan opininya. Tapi, Rian menepis semua itu. Dia langsung menghampiri Keyna yang hampir kehilangan kesadarannya tapi masih bisa sedikit melihat raut wajah Rian.

“Rian, akhirnya lo disini juga, terima kasih.” lirih Keyna dengan darah yang sudah bercucuran di keningnya.

“Kak Rian, lo harus tahu kenapa gue lakuin ini. Dia itu stalker yang mengganggu kehidupan lo selama tiga tahun ini!” jelas Tyas masih mencoba menjauhkan Rian dari Keyna.

Rian sekali menepis penjelasan Tyas, “Iya gue tahu itu tapi gue berpura-pura tidak tahu karena gue tidak yakin. Jadi selama ini lo yang selalu mengirim surat buat gue diam-diam?”

“I-ya Ri-an, itu gu-e.” jawab Keyna terbata-bata.

“Kak, lo harus jauhin dia sekarang juga!” ucap Tyas.

“Lo dengar gak? Kalau gue gak mau jauhi Keyna! Seharusnya lo jauh dari gue!” bentak Rian.

“Tapi….”

“Gak ada tapi-tapian, gue yang kecewa sama lo yang udah lukain Keyna seperti ini! Sekarang gue yakin dengan keputusan gue, kita putus!”

What kak? Kakak lebih ngebela dia daripada gue yang sekarang jadi pacar lo?!” Tyas membalakan matanya mendengar pengakuan Rian. “Gue punya bukti kalau dia mau mencelakakan lo!”

“Tapi, gue udah melihat bukti semua rencana busuk lo deketi gue!”

What?” Tyas dengan langkah penuh amarah pergi meninggalkan gudang itu diiringin teman segenk-nya itu.

Rian, Mira dan Olivia segera membuka ikatan tali yang menjerat dan mengantung Keyna. Rian menangkap Keyna setelah tali itu terlepas bebas dari tubuh Keyna.

Rian selama ini selalu berburuk sangka terhadap sosok stalker yang selalu menghantui hidupnya. Ternyata stalker itu selalu melindungi dan memberitahukan semua di dalam surat itu. Rian juga sudah memperhatikan gerak-gerik Keyna selama setahun ini dan ternyata dugaannya benar.

“Terima kasih sudah melindungiku dengan surat yang selalu ku terima setiap hari, Keyna,” ucap Rian tersenyum kepada Keyna sembari menggendong Keyna menuju UKS.

Di dalam perjalanan menuju UKS, Mira dan Olivia menceritakan semua kenapa Keyna menjadi stalker Rian. Alasan pertama adalah Keyna menyukai Rian, kedua adalah Keyna ingin melindungi Rian dari perempuan yang hanya ingin memanfaatkan popularitas dan kekayaan yang Rian dan yang terakhir adalah Keyna hanya ingin Rian bersama perempuan yang benar-benar menyanyangi laki-laki itu.

Keyna tahu semua rencana busuk Tyas hingga mampu menjatuhkan hati Rian. Dia terus mengamati gerak-gerik Tyas hingga waktunya tiba Keyna ingin membongkar semuannya malah mengatarkan dirinya ke dalam bahaya.

 

***

-THE END-

 

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *