BeritaNews

Sopir Angkutan Umum Minta Keadilan pada Unsri

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Terkait surat pelarangan untuk Angkutan Desa (Angdes) dan Becak Motor (Bentor) pada Selasa (29/10), Sopir angkutan umum meminta keadilan kepada pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui diskusi akbar yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH), Kamis (21/11).

Untung mewakili sopir Angdes menyatakan meminta keadilan dan tidak setuju dengan pelanggaran tersebut. Menurutnya, transportasi umum lain juga tidak diperbolehkan untuk masuk ke kawasan kampus apabila Angdes tidak diperbolehkan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubangan Ogan Ilir (OI) M. Yuzrizal menyampaikan belum pernah ada peraturan yang mengikat angkutan umum seperti ini. “Belum ada peraturan yang mengikat para angkutan umum seperti ini. Apabila angkutan ini tetap diizinkan masuk kampus nantinya, sekiranya dibuat sejumlah aturan khusus untuk mereka,” ujarnya.

M. Umar selaku ketua Koperasi Organda OI mengungkapkan pihaknya siap untuk menuruti semua aturan yang dibuat Unsri. Namun, ia juga meminta kepada pihak kampus melarang sejumlah angkutan lain seperti ojek online, Trans Musi, Damri, dan lainnya untuk masuk ke kawasan kampus.

“Apabila nantinya kami diizinkan masuk dengan sejumlah aturan, kami akan menuruti aturan tersebut. Jika anggota koperasi ada yang melanggar peraturan yang dibuat kampus, kami siap mengeluarkan pihak tersebut dari koperasi,” tutupnya.

Penulis : (ftw)

Editor : (oya)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *