BeritaNews

Sengketa Tanah Masyarakat Belum Menemukan Titik Terang

PALEMBANG, GELORASRIWIJAYA.CO – Rapat penyelesaian sengketa tanah antara masyarakat Desa Betung dan Desa Seri Bandung dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII unit usaha Cinta Manis belum menemukan titik terang. Rapat yang dilangsungkan di ruang rapat Graha Bina Praja, Rabu (11/9) terpaksa ditunda karena masih menunggu kelengkapan berkas dari pihak PTPN VII Cinta Manis yang diinginkan oleh pihak masyarakat penuntut.

Pertemuan antara pihak pemerintah, PTPN VII Cinta Manis, dan masyarakat di ruang rapat belum menghasilkan kesepakatan dikarenakan masih adanya kekurangan berkas dari pihak PTPN VII Cinta Manis. Berkas yang dituntut oleh masyarakat adalah dokumen kepemilikan atas tanah di Desa Betung, ganti rugi tanah masyatakat untuk perkebunan tebu di wilayah Desa Betung, dan surat atau berkas lainnya.

Dedi Krisna, Humas Gerakan Tani Sumatra Selatan (GTS), menyatakan bahwa undangan rapat kali ini merupakan hasil pada rapat sebelumnya, dimana pada rapat sebelumnya disepakati bahwa pihak PTPN VII harus membawa data-data yang dimiliki dan memaparkannya pada rapat. “Di sini ada yang mengingkari janji, undangan itu sebelumnya sudah ada rapat,” ungkap Dedi.

“Artinya, pada hari ini adalah musyawarah dan mufakat, tapi nampaknya hari ini tidak kami temukan arah seperti itu (musyawarah dan mufakat),” tegas Dedi.

Dari pihak PTPN VII Cinta Manis mereka menyatakan akan mengambil terlebih dahulu dokumen yang dibutuhkan untuk rapat selanjutnya karena dokumen tersebut masuk tuntutan pada rapat sebelumnya. Abdul Hamid selaku perwakilan dari PTPN VII Cinta Manis memastikan bahwa dirinya dan pihak perusahaan akan datang kerapat selanjutnya.

Rapat yang dipimpin oleh Edward Candra selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) mengatakan bahwa apabila rapat kali ini belum menemukan keputusan, maka jalur hukum akan ditempuh sebagai penyelesaian akhirnya.

“Kalau memang belum selesai maka akan dilanjutkan kejalur hukum, tapi nanti kembali ke keputusan mereka. Kami hanya sebagai mediasi,” tutupnya.

Penulis : (oya)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!