BeritaNews

Rektorat Tanggapi Gugatan terhadap Statuta Unsri

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Beberapa waktu lalu beredar kabar mengenai digugatnya statuta Universitas Sriwijaya (Unsri) dan lima kampus lainnya ke Mahkamah Agung (MA). Gugatan tersebut dilayangkan oleh Koalisi Nasional Peduli Pendidikan Indonesia (KNPPI).

Dilansir dari Detik.com, 6 universitas yang statutanya digugat ialah Universitas Negeri Malang, Universitas Sriwijaya, Politeknik Banjarmasin, Politeknik Samarinda, Politeknik Medan, dan Politeknik Ambon.

Menurut Peraturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) No. 17 Tahun 2018 tentang statuta Universitas Sriwijaya. Dalam pasal 1 ayat 2, diketahui bahwa statuta Unsri yang selanjutnya disebut statuta adalah peraturan dasar pengelolaan Unsri yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di Unsri.

Menanggapi gugatan terhadap statuta Unsri, Zainuddin Nawawi, Wakil Rektor 1 (WR 1) mengaku bahwa ia kurang paham terkait hal tersebut. “Saya kurang paham, dan tidak tahu isi gugatan itu apa. Pembuat statuta itu menteri, bukan Unsri,” ungkapnya saat ditemui pada Kamis (14/3).

Ia pun mengatakan bahwa seharusnya mereka (KNPPI) menggugatnya ke kementerian. “Kita hanya menerima dan menjalankan, statuta itu dibuat dan diubah sesuai kebutuhan. Gugat seperti itu cari popularitas saja,” lanjutnya.

Sejalan dengan pernyataan WR 1, Mohammad Zulkarnain selaku Wakil Rektor 3 (WR 3) mengatakan ia tidak mengerti mengenai gugatan tersebut. “Kami mengajukan statuta tersebut rasanya sudah dari lima tahun lalu. Kemudian mengalami perubahan dan proses yang panjang, serta ditinjau oleh Biro Hukum Kemenristekdikti, hingga akhirnya disetujui menteri. Tiba-tiba ada yang menggugat itu, saya juga tidak mengerti apa yang digugat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pimpinan Unsri patuh pada aturan dan perundang-undangan, serta melaksanakan tugas pokok sesuai yang tertuang dalam statuta.

“Pihak Unsri tidak memikirkan tentang gugatan tersebut, tetapi memikirkan bagaimana mahasiswa cepat lulus, dan potensinya meningkat. Mahasiswa tidak perlu risau, jalankan kewajiban dan tugas sebagai mahasiswa saja. Mahasiswa tidak akan dirugikan karena masalah ini,” tandas Zainudin.

Penulis : (fab)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *