BeritaNews

Rahmat Farizal : Intruksi hanya untuk Internal BEM KM Unsri

Maraknya pemberitaan atas kejadian yang menimpa almarhum Muhammad Taufik Hidayat dan Qz, mahasiswa pendidikan luar sekolah angkatan 2016 Universitas Sriwijaya (Unsri). Banyak menuai tanda tanya bagi para pembaca setiap postingan yang beredar di media sosial.

Selasa (28/3), dialog antara Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya (LPM GS) Unsri dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unsri di sekretariat BEM KM Unsri, terkait permasalahan serta komentar miring yang mempertanyakan intruksi tidak disebarluaskan terkait kejadian yang menimpa almarhum Muhammad Taufik Hidayat dan Qz. Ternyata terjadi kesalapahaman antara Presiden Mahasiswa (Presma) dengan anggota BEM KM Unsri. “Sebenarnya  instruksi tersebut, hanya untuk internal BEM Unsri, tujuannya agar tidak gegabah dalam memberikan jawaban yang terjadi di BEM FKIP Unsri karena banyak penanya yang masih bingung dengan berita yang belum jelas diketahui kronologisnya,” Ujar Rahmat Farizal, Presma Unsri.

Namun sangat disayangkan, instruksi yang dilakukan hanya untuk internal, justru disebarluaskan ke khalayak umum “posisi saya saat itu sedang di rumah duka almarhum Muhammad Taufik Hidayat bersama pihak keluarganya sehingga saya lambat respon atau tidak terlalu fokus untuk komunikasi banyak dengan internal saya di obrolan via WhatsApp,” tambahnya.

Akibatnya salah persepsi antar kedua pihak, maka beredarlah intruksi ke kalangan mahasiswa secara berantai yang tujuannya ingin menenangkan para pembaca yang masih bingung hingga perintah penghapusan postingan di media sosial terkait kejadian tersebut agar tidak memperkeruh suasana.

Kontan, pihak kru GS bingung dengan komentar yang berisikan instruksi Presma dari berbagai sisi menyerang untuk penghapusan pemberitaan. Banyak pihak yang berusaha menghubungi kru GS, sehingga pihak kru GS merasa di intervensi. “Banyak yang menghubungi saya bahkan berkali-kali dari berbagai pihak bukan hanya dari pihak internal BEM KM Unsri saja begitu pun dengan rekan saya yang lainnya ketika postingan awal kejadian di instagram LPM GS Unsri, bahkan meminta segera menghapus postingan tersebut serta tidak menerbitkan berita berlanjut di portal web LPM GS Unsri agar tidak tersebar luas. Posisi saya saat itu, sedang mengemudi mobil menuju Lahat karena  ada kepentingan internal LPM GS Unsri,” ungkap Yanuar Ramadani, Pemimpin Umum LPM GS Unsri.

Adanya instruksi Presma, maka bermunculan tanda tanya para pembaca dari berbagai pemahaman. Sebagian pembaca, beranggapan bahwa Presma berusaha menutupi kejadian tersebut agar tidak disebarluaskan. Bahkan instruksi beredar sampai di komentar berbagai  akun LPM GS Unsri dan broadcast dimana-mana. Sehingga pemimpin umum LPM GS Unsri mengeluarkan pernyataan sikap menolak bungkam terkait beberapa komentar pembaca serta intruksi yang beredar mengenai berita kejadian tersebut “saya tidak ada bermaksud menjatuhkan insan organisasi manapun terutama mencemarkan nama Unsri, saya mewakili rekan saya LPM GS Unsri hanya menjalankan tugas hak dan kewajiban kami sebagai insan pers untuk menyampaikan informasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan terutama di lingkungan Unsri. Pernyataan sikap tersebut saya keluarkan semata-mata karena posisi kami di bawah tekanan dari berbagai pihak serta di sisi lain kami selaku pers mahasiswa memiliki kode etik jurnalis, namun tidak memiliki badan hukum yang melindungi kami hanya berprinsip pada kebebasan berbicara berbeda dengan media-media nasional yang ada,” tambah pemimpin umum LPM GS Unsri.

Dengan dialog yang sudah cukup panjang, bahwa instruksi yang diberikan hanya untuk internal BEM Unsri agar tidak menyebabkan salah informasi yang berakibat buruk “saya sepenuhnya tidak menyalahkan pemberitaan yang diterbitkan pihak LPM GS Unsri karena itulah fungsi kerja mereka dan harapan saya kepada seluruh mahasiswa Unsri kedepannya agar dapat mengkroscek serta memastikan terlebih dahulu setiap informasi sebelum mengambil keputusan. Saya sampaikan pula bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan BEM KM Unsri karena beberapa media banyak salah dalam memberitakan pelaksanaan acara tersebut, padahal sebenarnya BEM fakultas yang ada di Unsri,” kata Presma Unsri.

Penulis: (lim)

Editor: (yst)

 

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *