Berita

Polemik UKT Unsri, Mahasiswa Gelar Aksi Damai.

Aliansi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) peduli  Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggelar aksi damai selama dua hari terkait permasalahan UKT semester sembilan dan mahasiswa Bidikmisi pada Rabu (26/7) dan Kamis (27/7) di Plaza samping gedung rektorat Unsri. Aksi ini juga dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa perwakilan dari Ormawa, UKM, dan Fakultas se-Unsri.

“Ini merupakan isu nasional, bukan hanya di kampus kita tapi juga kampus-kampus lain di Indonesia. Urgensinya adalah ini merupakan hak mahasiswa, karna yang menjadi masalah adalah ketika pihak rektorat bersikeras untuk menerapkan UKT penuh untuk semester sembilan ini tidak sesuai dengan asas yang disampaikan dalam permendikbud, jadi bila mahasiswa harus membayar penuh, pertanyaanya maka uang ini mau dikemanakan? Ini tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh pemerintah” ujar Rahmat Farizal, Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri.

Presma juga menyatakan bahwa cara-cara yang ditempuh agar tuntutan mahasiswa dikabulkan adalah cara-cara kekeluargaan karena menganggap masalah ini adalah masalah keluarga besar Unsri “Yang kita hadapi adalah masalah keluarga, kita sebagai mahasiswa berusaha untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, kita sudah melakukan audiensi sampai empat kali namun ditolak, apakah mahasiswa tidak bisa dijadikan bahan pertimbangan? Kita juga sudah melakukan aksi damai karena kami memahami rektor sebagai ayah kita.

Mahasiswa penerima Bididkmisi yang tergabung di dalam Keluarga Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Universitas Sriwijaya (Kadiksri) juga menyatakan bahwa rektor harus mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk penurunan UKT semester sembilan “Memang UKT ini masih menjadi polemik bagi berbagai universitas termasuk Unsri, Kalau di universitas lain sudah diturunkan kenapa di Unsri belum? Banyak anak bidikmisi yang menggantungkan hidupnya dari uang Bidikmisi, kalau UKT semester 9 harus bayar bagaimana nasib anak Bidikmisi? maka tuntutan kami Rektor menurunkan SK untuk penurunan UKT” ujar Ari Prastiawan ketua Kadiksri

Mahasiswa baru 2017 penerima Bidikmisi juga menyatakan mendukung aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Unsri Peduli UKT “Iya kak saya setuju dengan aksi ini, saya mendukung dan akan ikut kalau untuk kepentingan bersama” Ujar salah satu mahasiswa baru bidikmisi yang tak ingin disebutkan namanya.

Saat ini pihak rektorat belum dapat dimintai tanggapan terkait dengan permasalahan tersebut dikarenakan jajaran rektorat sedang berada di luar kota, Rektor Unsri saat ini sedang berada di Malang, Jawa timur, untuk menghadiri acara MTQ Nasional.

Selain orasi, aliansi mahasiswa pedulit UKT juga menggelar penggalangan koin untuk rektor, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebijakan rektorat yang dianggap kurang berpihak kepada mahasiswa, di hari kedua peserta aksi melakukan pembakaran kotak kuning berisi nominal UKT dan aksi teatrikal.

Permasalahan UKT semester sembilan telah menjadi isu hangat di kalangan mahasiswa di kampus-kampus yang ada di Indonesia sejak lama, di Unsri sendiri isu UKT telah menjadi polemik sejak lama, pada tahun 2013 mahasiswa unsri pernah menggelar aksi di gedung Geologi Fakultas Teknik untuk menuntut penolakan awal diberlakukannya UKT pada saat itu yang dianggap memberatkan mahasiswa dan sekarang permasalahan mengenai UKT tersebut kembali mencuat di kalangan mahasiswa Unsri.

Penulis : (KYH)

Editor   : (RYN)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!