Berita

Pintu Doraemon Ditutup, ini Alasan Pihak Rektor

INDRALAYA, GELORA SRIWIJAYA.CO – Akhir-akhir ini, sejak awal tahun ajaran baru mahasiswa yang berdomisi di Jalan Nusantara atau Gang Buntu harus kehilangan pintu doraemon yang biasa mereka sebut, sebab pintu tersebut merupakan pintu alternatif bagi mahasiswa yang hendak pergi kekampus. Akan tetapi, dengan penutupan pintu tersebut mahasiswa tetap nekat untuk melewati pintu doraemon meskipun berbahaya.

Pintu doraemon salah satu pintu alternatif dilalui oleh mahasiswa Unsri khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah Gang Buntu. Hal tersebut membuat mahasiswa terpaksa memanjat pagar dengan menggunakan tangga buatan dan besi-besi pagar bagian atas pun ditutupi oleh pipa agar tidak tertancap pada badan.

Menurut Arie Tri Putra mahasiswa yang tinggal di daerah Gang Buntu, dengan tutupnya pintu doraemon mempersulit para mahasiswa yang tinggal disana yang dimana setiap harinya mereka harus berjalan kaki menuju kampus dengan cepat, namun berbeda kali ini mereka harus menggunakan jasa angkot dan juga berjalan kaki melewati gerbang utama serta harus memanjat pagar agar lebih cepat sampai kekampus walaupun berbahaya. Padahal ini adalah budaya bagi pejalan kaki untuk mengurangi polusi naik angkot, dan masalah ini juga sangat memprihatinkan karena para wanita yang harus memanjat dengan menggunakan rok dan jeans, tambah arie.

Mukhtaruddin, Wakil Rektor II juga mengungkapkan penutupan pintu yang terjadi di daerah Gang Buntu tidak akan di buka kembali dengan alasan keamanan bagi mahasiswa itu sendiri. “Kalau kita punya gerbang yang bagus kenapa kita punya gerbang kecil seperti itu” tegasnya.

“Kita sudah memberi tahu kepada mereka untuk tidak melewati disitu lagi, jika terjadi sesuatu pihak Rektor Unsri tidak tanggung jawab. Itulah mengapa kami mengelas pagar, karena tidak tau siapa yang membuat pagar tersebut,” tambahnya.

Terkait hal ini juga, Ketua Satpam Unsri mengungkapkan dengan adanya penutupan pintu kecil demi keamanan. “Untuk masalah sampai kapan ditutup masih belum diketahui karena pihak Rektor Unsri masih mencari solusi lain dan akan melakukan koordinasi lagi” , ungkap Junaidi.

Penulis: (yai)
Editor: (yst)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!