Artikel

Perlunya Mitigasi Kecelakaan dalam Lingkungan Kampus

Dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu, terkadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat menyebabkan kerugian harta benda, bahkan korban jiwa. Banyak orang menyebutnya dengan Kecelakaan Kerja.

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan kerja, termasuk penyakit yang timbul sebagai akibat dari pekerjaan. Adapun menurut Heinrich (1980), kecelakaan kerja atau kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian yang tidak terencana dan tidak terkendali, akibat dari tindakan atau reaksi suatu objek, bahan, orang, atau radiasi yang mengakibatkan cidera atau kemungkinan akibat lainnya.

Setiap orang tentunya berkemungkinan untuk mengalami kecelakaan dalam jam kerja, dan kecelakaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Adapun menurut Akademisi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), salah satu penyebab kecelakaan jam kerja yaitu Accident Prone Theory, yang menyatakan bahwa ada orang-orang tertentu yang cenderung mengalami kecelakaan karena sifat-sifat pribadinya.

Kemudian Teori Domino yang terkenal menjadi landasan teori penyebab kecelakaan kerja, penyebab utamanya adalah unsafe action dan unsafe condition. Unsafe action adalah tindakan tidak aman dan berisiko. Sedangkan unsafe condition adalah keadaan-keadaan yang tidak aman.

Saat ini, sering terjadi kecelakaan dalam berkendara. Hal tersebut biasanya karena kurangnya kesadaran masyarakat akan aturan dalam berkendara, terutama pada kalangan mahasiswa. Aturan tersebut biasanya berupa keterangan pengendara menggunakan helm atau tidak, apakah mereka berkendara sesuai dengan kecepatan yang ditentukan, hal tersebut termasuk unsafe action. Adapun unsafe condition berkaitan dengan kondisi lingkungan, misalnya kondisi motor, apakah remnya baik, atau ada “polisi tidur” yang cukup tinggi di jalan sehingga memicu terjadinya kecelakaan.

Menurut perspektif D (inisial), sebagai orang yang bergerak di bidang K3 Universitas Sriwijaya (Unsri),  kecelakaan mahasiswa dalam wilayah kampus pada jam kuliah juga termasuk dalam kategori kecelakaan jam kerja, karena peristiwa tersebut terjadi pada saat jam kuliah. Mahasiswa juga bekerja, kerjaannya yaitu kuliah.

Kecelakaan mahasiswa terjadi di Unsri beberapa hari yang lalu, mengakibatkan satu korban jiwa dan satu korban kritis, di mana korban dalam kejadian tersebut ialah mahasiswi Unsri. Dalam hal ini, mitigasi atau upaya untuk mengurangi risiko bencana sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di lingkungan kampus. Mitigasi yang dapat dilakukan yakni sebagai berikut.

  1. Dari segi Keamanan dan Keselamatan Berkendara (Safety Riding)

Perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri dan orang lain. Hal yang bisa diterapkan di kampus misalnya di gerbang utama, semua pengendara dihentikan oleh satpam kampus untuk diperiksa identitas, mengingatkan aturan kecepatan di dalam kampus, merazia orang-orang yang tidak memakai helm, dan lain sebagainya.

2. Dari Segi Pengawasan

Dalam area kampus harus tetap ada aturan berkendara yang ditegakkan. Karena dalam kasus, beberapa kampus ada yang memperbolehkan angkutan umum untuk beroperasi dalam kampus. Namun, perlu dievaluasi lagi apakah ketegasan dari pihak universitas terhadap pengguna jalan telah mematuhi aturan yang ada atau tidak, untuk meminimalisirkan terjadinya kecelakaan.

3. Dari Segi Pihak Keamanan

Dalam keamanan kampus biasanya disebut satpam atau security. Wilayah kampus yang cukup luas tentunya membutuhkan jumlah tenaga keamanan yang cukup. Untuk meminimalisir kecelakaan di kampus, pelatihan terpadu untuk pengaman sangat diperlukan dengan membentuk tim khusus yang memang bekerja untuk menerapkan atau menegakkan K3 di lingkungan kampus.

Penulis: Tiara Winiari

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *