Opini

Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia

Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) ditetapkan pada tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir sang pelopor pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Sehingga kondisi bangsa akan terus mengalami perbaikan dengan adanya para penerus bangsa yang mumpuni. Pendidikan sendiri adalah suatu hak dan kewajiban setiap warga negara.

Bicara soal pendidikan di Indonesia, setelah melewati waktu yang cukup panjang, mutu pendidikan di negara kita saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Saat ini banyak sekali peristiwa yang dapat mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Guru sebagai pendidik seakan tidak lagi demikian fungsinya. Mereka dituntut hanya memberikan ilmu tanpa turut campur ke masalah lainnya, mereka seakan dilarang memberi hukuman kepada siswa yang melanggar aturan. Begitu banyak guru yang terjerat hukuman akibat menghukum siswanya. Padahal, hukuman adalah salah satu bentuk dari sebuah tanggung jawab dan untuk membangun karakter. Tidak adanya landasan hukum yang kuat bagi profesi seorang guru menjadikan sebagian calon guru malas terjun ke dunia pendidikan, dan menjadikan guru takut dalam bertindak.

Selain itu, kualitas guru juga menjadi faktor penting untuk membangun dunia pendidikan. Indonesia membutuhkan guru yang profesional, guru diharuskan tidak membeda-bedakan antara si Pintar dan lainnya. Terkadang, guru terlalu bersemangat memuji si Pintar, akibatnya siswa lain yang memiliki nilai rata-rata menjadi down karena tidak adanya motivasi bagi mereka.

Faktor lain yang membuat mutu pendidikan Indonesia rendah ialah kualifikasi guru yang belum setara sarjana. Konsekuensinya, standar keilmuan yang dimiliki guru menjadi tidak memadai untuk mengajarkan bidang studi yang menjadi tugasnya. Bahkan, tidak sedikit guru yang sarjana, tetapi tidak berlatar belakang sarjana pendidikan, sehingga ‘bermasalah’ dalam memberikan ilmu. Guru yang tidak sesuai bidangnya juga masih banyak di dunia pendidikan Indonesia, hal tersebut akan menjadi masalah.

Permasalahan lainnya ialah malasnya pendidik terjun kewilyah pedesaan. Wilayah pedesaan dianggap wilayah terpencil, tidak ada akses internet, sulitnya keluar masuk pedesaan, juga budaya yang masih kental manjadikan calon guru lebih memilih mengajar diwilayah perkotaan saja.

Penerimaan budaya luar tanpa filtrasi juga menjadi salah satu faktor rendahnya dunia pendidikan Indonesia. Remaja di Indonesia terlalu banyak menyerap budaya luar, dengan berdandan melebihi kualitas remaja, pergaulan bebas sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang tabu bagi mereka. Kemajuan teknologi yang bebas mengakses apapun juga memberikan sumbangsih dalam rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Di balik manfaat positifnya yang begitu banyak, kemajuan teknologi juga dapat menyebabkan siswa malas belajar, contoh kecil saja, siswa lebih memilih bermain game daripada belajar.

Seharusnya, kesadaran akan pentingnya pendidikan lebih ditingkatkan lagi, motivasi perlu diberikan kepada generasi bangsa. Masyarakat juga harus berperan aktif untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia, dan kualitas guru sudah seharusnya ditingkatkan, karena keberhasilan dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia berada di tangan seorang guru.

Penulis: Fatmawati

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *