Artikel

Penyebab Jatuhnya Pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines

Saat ini dunia digemparkan dengan informasi jatuhnya pesawat yang membuat masyarakat resah akan keamanan dalam penerbangan. Peristiwa tersebut menimpa salah satu maskapai penerbangan terbesar di Benua Afrika, yaitu pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines jatuh di dekat Tulu Fara diluar kota Bishoftu, 62 KM Tenggara Ibu Kota Addis Ababa pada Minggu (10/3) ketika menuju Nairobi, Kenya.

Peristiwa tersebut menelan korban jiwa sebanyak 149 orang penumpang tewas dan 8 kru tewas. Para penumpang yang tewas merupakan warga negara dari sejumlah negara. Korban tewas antara lain wisatawan, pebisnis, hingga para staf  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan hadir dalam sebuah seminar. Peristiwa ini merupakan kecelakaan kedua yang menimpa Boeing 737 Max 8 dalam lima bulan terakhir, setelah sebelumnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh diperairan Karawang, Jawa Barat, Oktober 2018 lalu.

Saat kita membaca informasi mengenai jatuhnya pesawat tersebut tentunya timbul pertanyaan dibenak kita penyebab jatuhnya pesawat. Adapun salah satu pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan banyak kemungkinan mengapa pesawat tersebut jatuh.

Pertama, Kesalahan Pilot. Pesawat terbang terdiri dari mesin-mesin kompleks yang memerlukan banyak pemeliharaan. Karena pesawat sudah semakin canggih, jenis pesawat Boeing 737 Max 8 ini baru dirilis pada tahun 2016 lalu, sedangkan Ethiopian Airlines baru memilikinya pada Juli tahun lalu. Pilot terlibat secara keseluruhan pada tiap tahap penerbangan, namun adanya kegagapan pilot atas teknologi itu sendiri, sehingga banyak kesempatan terjadinya kesalahan, dari kegagalan memprogram dengan benar hingga terjadinya stall.

Kedua, Kondisi stall atau kehilangan daya angkat. Tim investigasi menemukan black box dari Pesawat Boeing 737 Max 8. Dari hasil rekaman black box, diketahui pesawat mengalami stall atau kehilangan daya angkat hingga terjatuh. Stall adalah keadaan pesawat yang kehilangan gaya angkat sehingga tidak sanggup lagi melayang di udara dan jatuh dari ketinggian yang tidak terkendali. Stall akan terjadi ketika daya angkat hilang, kehilangan daya angkat ini bisa terjadi bila kecepatan pesawat lebih rendah dari minimum yang mungkin disebabkan oleh mesin mati. “Tidak ada kecepatan, tidak ada daya angkat.” Bila pesawat kehilangan dorongan karena mesin mati, laju terbang jadi berkurang. Dengan sendirinya daya angkat akan semakin kecil yang menyebabkan pesawat akan terus jatuh apabila dibiarkan stall.

Namun, hingga saat ini proses pencarian korban dan penyebab jatuhnya pesawat masih ditelusuri lebih mendalam oleh tim investigasi.

Penulis : Tiara Winiari

Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close