BeritaNews

Penjelasan Kepala Kebun Terkait Penampakan Harimau di Unsri

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO- Rabu (8/1), beredar kabar mengenai adanya penampakan harimau di wilayah arboretum Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya. Kabar ini pertama kali tersebar melalui grup Whatsapp “TP Belum Wisuda” yang pesannya berisi imbauan untuk tidak mengunjungi daerah arboretum sesuai instruksi dari Umar.

Berdasarkan wawancara via telepon wartawan LPM Gelora Sriwijaya Unsri dengan M. Umar Harun, Kepala Kebun Riset Pertanian FP. Adapun kronologisnya, Sabtu (4/1) pagi ada laporan dari salah satu mahasiswa FP yang sedang melakukan pengamatan kelapa sawit di dalam kebun riset dan mendengar suara auman harimau. “Saat itu ia (mahasiswa) memang lagi sendiri dan keadaan sepi, sehingga tunggang-langgang kabur dan segera melapor ke mandor kebun di dalam kampus,” jelas Umar.

Setelah mendapatkan laporan tersebut (Sabtu siang), Umar segera memerintahkan unit di kebun agar waspada dan memperingatkan untuk jangan menyebarluaskan informasinya dahulu, tapi tetap terus di cari tahu kebenarannya. “Karena cuma suara, dan itu juga belum jelas, pelapornya hanya satu orang,” tambah Umar.

Ia kembali menjelaskan pada Senin (6/1), teman-teman kebun diperintahkan untuk masuk dan menyelidiki dengan betul tapak kaki harimaunya. “Dicurigai di semak dalam kebun sawit itu ditemukan ada dua tapak kaki. Kebetulan saat itu hujan, saya tidak bisa masuk,” ujarnya.

Umar pun menyatakan bahwa pada hari Senin, ia melapor menghadap ke Wakil Dekan 2 FP secara lisan. “Saya melaporkan apa yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi situasi. Dekan juga memberikan perintah untuk melakukan sosialisasi dan seterusnya yang sifatnya masih tertutup, sehingga semua mahasiswa dikabari melalui mulut ke mulut saja sambil waspada,” paparnya.

Selanjutnya, Selasa (7/1), sekitar pukul 17.30 WIB, dua petugas sadap karet masuk dan melihat di dalam semak ada belang harimau lewat. Petugas tersebut sedang mengendarai motor. “Ia juga tunggang-langgang ketakutan. Menurut laporan petugas tersebut, ukuran harimau diduga lebih besar dari kambing, karena saat itu sudah pukul setengah 6 itu juga sudah remang-remang dan di semak-semak. Saya mendapat laporannya pagi tadi (Rabu),” lanjut Umar.

Total empat orang petugas kebun dan satpam FP kembali mencari tahu tapak kakinya lagi dengan menggunakan mobil dan kendaraan lain, dicurigai ditemui banyak tapak di arboretum di tempat yang berbeda. “Lantas saya buat surat dinas ke dekan untuk pemberitahuan mengenai suara dan penampakan harimau tersebut, juga langkah preventif apa yang sudah dilakukan. Dan kami juga meminta agar dekan melaporkan ke rektor,” jelasnya.

Umar kembali menegaskan karena informasi ini sifatnya masih simpang siur, jadi ia hanya memerintahkan semua pihak yang terkait dengan penelitian di sekitar kebun riset untuk waspada. Ia juga meminta untuk semua mahasiswa yang melakukan riset di kebun sawit dan karet untuk 1 sampai 2 hari ini tidak masuk dulu, jika terpaksa masuk harus ramai-ramai.

Penulis : (fab)
Editor : (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!