BeritaNews

Pengembalian Uang Pemondokan Lambat, Mahasiswa Harus Lengkapi Data Berikut

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Pengembalian uang lebih pembayaran atas pemondokan Universitas Sriwijaya (Unsri) lambat diproses lantaran banyaknya mahasiswa yang bersangkutan belum mengumpulkan data secara lengkap, Minggu (10/5).

Dikonfirmasi melalui Rektor Unsri, Anis Saggaff mengatakan bahwa pengembaliannya sedang diurus oleh Badan Pengelola Usaha (BPU). “Kalau asrama (pemondokan) pasti akan dikembalikan, sedang diurus BPU. Ada beberapa yang tidak bisa menunjukkan bukti dia bayar, BPU menunggu itu,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rizal selaku petugas pemondokan Rusunawa Unsri. “Benar, masih banyak mahasiswa yang tidak mengisi data yang diminta. Sehingga agak lambat sistem kita untuk mengembalikan,” jelasnya.

Adapun kelengkapan persyaratan yang harus dilengkapi oleh mahasiswa yang bersangkutan antara lain:

1. Mahasiswa diharuskan mengirimkan:

  • Scan bukti pembayaran pemondokan.
  • Scan Kartu Pengenal Mahasiswa
  • Scan buku tabungan yang bersangkutan (Mahasiswa)/Ayah/Keluarga, dibuktikan dengan surat pernyataan Materai 6000. Bahwa benar pemilik rekening memiliki hubungan dengan mahasiswa. Jika nomor rekening yang di berikan berbeda dengan rekening pengirim (UNSRI), maka biaya transaksi antar bank berkisar Rp. 6.500 – 10.000 akan dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan

2. Diharapkan berkas dikirimkan secepatnya.

3. Berkas tersebut dikirim melalui email bpu@unsri.ac.id dengan format : Asrama_Nama_NIM.

4. Jika tidak ada nomor rekening satupun, bisa email ke BPU atas nama_asrama_nomor kamar, bahwa tidak memiliki rekening, maka yang tidak punya rekening datanya akan direkap.


Made Arya Wiarawan, salah satu penghuni Rusunawa yang terdaftar melakukan pembayaran lebih atas pemondokan tak mengetahui bila akan ada pengembalian. “Saya pikir semuanya sudah selesai dan nggak akan dikembalikan lagi karena sudah saya tempati. Terhitung juga kan sampe bulan lima, jadinya nggak saya urus dan nggak cek lagi,” ujarnya

Penulis: (jap)

Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!