Opini

Penerapan Kebijakan Keamanan di Kampus Unsri Indralaya

Sejak tahun 2019, Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya mulai memperketat keamanannya dengan mengimbau civitas academica untuk selalu mengalungkan Kartu Pengenal Mahasiswa (KPM) dan kalung pengenal karyawan. Aturan ini dibuat agar pihak keamanan lebih mudah membedakan antara mahasiswa dan karyawan Unsri dengan masyarakat umum. Tetapi sayangnya, aturan ini hanya berlaku beberapa bulan saja. Hal ini dikarenakan mahasiswa banyak yang abai dan tidak menaati imbauan tersebut.

Masih di tahun yang sama, keluar lagi surat pelarangan bahwa Angkutan Desa (Angdes) dan Becak Motor (Bentor) dilarang masuk ke kampus. Pelarangan tersebut dilakukan untuk ketertiban kampus dan juga untuk menjaga keamanan warga Unsri, tetapi hal ini menjadi polemik tersendiri bagi mahasiswa maupun sopir kedua angkutan tersebut. Di satu sisi tindakan ini bisa memutus pendapatan para sopir, apalagi Angdes dan Bentor sudah menjadi moda transportasi andalan mahasiswa untuk pergi ke kampus. Namun di sisi lain, Unsri ingin memperketat keamanannya. Akhirnya, pelarangan itu dikaji ulang. Pelarangan ini tidak dicabut, tetapi kedua angkutan umum tersebut masih bisa masuk ke dalam kampus.

Pada tahun 2020, Unsri memutuskan untuk menutup akses gerbang belakang kampus. Saat itu, kampus Unsri dijadikan jalan pintas bagi orang luar untuk menuju kejalan tol ataupun ke Kayu Agung dari arah Prabumulih. Lantaran banyaknya orang luar yang bebas keluar masuk, membuat keamanan kampus menjadi tidak terjamin. Tutupnya gerbang belakang ini diberlakukan permanen hingga kini, kecuali pada saat diadakan wisuda tatap muka.

Terakhir tahun 2021, di awal ajaran baru semester genap ini, Unsri kembali memperketat keamanannya dengan memperbanyak personil Satuan Pengamanan (Satpam) serta melibatkan beberapa polisi. Saat ini, pelarangan Angdes dan Bentor kembali diberlakukan. Karena kedua angkutan tersebut tidak boleh lagi masuk ke wilayah kampus, maka shuttle bus kembali beroperasi untuk mengantarkan mahasiswa ke tempat tujuan masing-masing. Mahasiswa yang ingin masuk kampus juga dimintai KPM dan harus memakai masker. Penerapan tahun ini didukung dengan adanya pandemi, jadi wajar diperketat. Mungkin saja untuk berperan dalam pemutusan rantai penularan virus corona.

Aturan Unsri dari tahun ke tahun tersebut, sudah sangat bagus sekali. Hanya saja penerapannya yang belum konsisten sehingga terkesan tidak serius. Hal ini juga seharusnya didukung dengan peran mahasiswa dalam menaati segala aturan, seperti memakai KPM dan segala aturan lainnya agar kebijakan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Penulis: Fatmawati

Editor: Febby Anggraini

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!