BeritaNews

Penentuan Kepemilikan Lahan Membutuhkan Perpanjangan Waktu

PALEMBANG, GELORASRIWIJAYA.CO – Penyelesaian sengketa tanah antara masyarakat Desa Betung dan Desa Seri Bandung dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII unit usaha Cinta Manis tentang penentuan kepemilikan lahan di Desa Betung membutuhkan perpanjangan waktu hingga Rabu (25/9).

Rapat yang diadakan di auditorium Graha Bina Praja Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan rapat lanjutan, karena pada rapat sebelumnya masih terdapat kekurangan dokumen dari pihak PTPN VII Cinta Manis.

Berdasarkan hasil rapat lanjutan, Edward Candra selalu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel, Dedi Krisna selaku Humas Gerakan Tani Sumatera Selatan (GTS), dan Supiyandi selaku perwakilan aliansi Gerakan Anti Penindasan Rakyat (Gertak) memutuskan untuk membuat rekomendasi sebagai berikut:

  1. Sudah diperlihatkan dokumen ganti rugi tanah rakyat di wilayah Desa Betung sebanyak 278 bidang dengan total luas 335, 12 ha.
  2. Copy daftar nominatif 278 bidang diserahkan ke Tim Provinsi.
  3. Diserahkan juga ke Tim provinsi daftar nominatif 278 bidang yang ada foto penerimanya.
  4. Diserahkan copy dokumen ganti rugi tanah marga, diantaranya tanah marga Tanjung Batu, marga Meranjat, marga Rawang Empat Suku.
  5. Pihak PTPN belum dapat menunjukkan dokumen yang menyatakan Desa Betung bagian dari marga Tanjung Batu.
  6. Pihak masyarakat menyerahkan dokumen pernyataan saksi sejarah tentang lahan di wilayah Desa Betung.
  7. Meminta pihak PTPN VII Cinta Manis untuk menghentikan atau tidak melakukan aktivitas di lahan sengketa di Desa Betung s.d. terbitnya peta dari Bupati.
  8. Titik koordinat P7 dan P8 untuk ditinjau ulang dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa terkait.
  9. Kelebihan daripada selisih lahan yang diganti rugi, masyarakat minta didistribusikan kepada masyarakat sesuai peta yang disahkan Bupati.

Penandatangan rekomendasi tersebut berdasarkan kesepahaman yang diambil melalui rapat antara pihak pemerintah, PTPN VII Cinta Manis, masyarakat, dan Gertak. Pihak masyarakat dan Gertak memberikan tenggat hingga 25 September 2019 kepada PTPN VII Cinta Manis dan meminta aktivitas operasional dihentikan sementara waktu. Namun, pihak PTPN VII Cinta Manis dalam rapat menyatakan enggan untuk menghentikan kegiatan operasional mereka.

Terkait hasil rekomendasi tersebut, Edward Candra yang juga memimpin rapat mengatakan bahwa pada hari Kamis (12/9), hasil rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Sumsel. “Hasil rekomendasi akan kami serahkan ke gubernur pada Kamis (12/9) untuk diteliti lebih lanjut. Sudah meminta rekomendasi yang akan diteliti lagi, mengingat juga PTPN VII ini BUMN,” tegasnya.

Penulis : (oya)

Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!