ArtikelOpini

Penembakan di Selandia Baru hingga Dugaan Islamofobia

Baru-baru ini dunia digemparkan oleh berita duka yang datang dari Selandia Baru. Kejadian penembakan brutal di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di Christchurch terjadi pada hari yang dianggap barokah bagi Muslim dunia, ketika umat Muslim menunaikan shalat Jumat.

Penembakan yang dilakukan pada 15 Maret 2019 ini memakan korban tewas berjumlah empat puluh sembilan jiwa. Pelakunya bernama Brenton Harrison Tarrant, laki-laki berusia 28 tahun asal Australia ini bahkan memposting perbuatan biadabnya di Facebook. Penembakan brutal ini menjadi hangat diperbincangkan, bahkan ada yang mengaitkan kasus ini dengan Islamofobia.

Islamofobia merupakan ketakutan berlebihan yang tidak mendasar terhadap Islam, dan cenderung menyalahkan serta memiliki persepsi salah tentang Muslim. Islamofobia ini akan menimbulkan sikap intimidasi, rasis, antipati, dan sebagainya. Islamofobia kurang dikenal masyarakat Indonesia, karena mayoritas penduduk di Indonesia ialah beragama Islam, sehingga sangat jarang terjadi Islamfobia, istilah ini populer di negara-negara Barat.

Dikutip dari matamatapolitik.com, reaksi para pemimpin politik seluruh dunia, salah satunya adalah Universitas Islam Sunni terkemuka dunia, Al-Azhar, mengatakan bahwa serangan ini mencerminkan  peningkatan wacana kebencian, xenofobia, dan Islamofobia di negara-negara Barat. Ahmed al-Tayyeb, Imam Besar dari lembaga yang berbasis di Kairo tersebut, mengutuk serangan teroris yang kejam itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang terbunuh.

Penembakan ini berhubungan kuat dengan Islamofobia, dapat dilihat dari apa yang dilakukan oleh Fraser Anning, Mantan Senator On Nation and Katter’s Australian Party Queens Land itu, mengeluarkan pernyataan  yang  menyalahkan umat Islam atas penembakan brutal di kedua masjid di Christchurch sebab penambahan jumlah umat Islam.

Fraser Anning menyalahkan imigran Muslim sebagai pemicu penembakan di masjid tersebut. Apa yang dilakukan oleh Fraser Anning ini sontak menuai kontroversi di berbagai kalangan. Seperti video yang beredar saat ini, seorang pemuda yang berada tepat di belakang Fraser Anning  memecahkan telur di kepala Fraser Anning, ia begitu marah mendengar perkataan Mantan Senator Australia itu.

Islamofobia sangat berbahaya bagi masa depan umat manusia, karena akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, seperti halnya yang terjadi di Selandia Baru. Oleh karena itu. Adanya aksi penembakan ini memberikan pelajaran dan mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kebencian kepada sesama manusia, walaupun berbeda suku, agama, dan ras, agar tidak ada lagi korban selanjutnya. Bukankah hidup damai saling menghargai jauh lebih baik dan menyenangkan, ketimbang menyimpan kebencian yang tak berdasar?

Penulis: Desi Rahma Sari

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!