Cerpen

One Came to Forever

Karya: Putri Kusum Rinjani

Park Min Ji adalah gadis keturunan Korea-Indonesia yang saat ini menetap di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Park Min Ji diterima di salah satu Universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gajah Mada. Meskipun tinggal menetap di Indonesia baru 2 tahun namun Min Ji sudah sangat fasih berbahasa Indonesia, hal tersebut didasari lantaran Ibu dari Min Ji adalah Orang Indonesia dan juga seorang dosen di Ewha Women University dimana ibu Min Ji mengajar sebagai dosen Sastra Bahasa Indonesia.

Korea Selatan merupakan negara dimana tingkat penduduk yang melakukan operasi plastik sangatlah tinggi sekitar 75% dari skala 1-100. Oleh sebab itulah tak jarang Min Ji yang memiliki paras nan indah, muka yang kecil dan mata yang besar dianggap melakukan operasi plastik. Padahal kecantikan dan keindahan yang dimiliki oleh Min Ji asli tanpa operasi plastik. Min Ji Pindah ke Indonesia waktu dia naik ke kelas 3 oleh sebab itulah dia melanjutkan sekolah SMA di Indonesia, ketika Min Ji bersekolah di Indonesia banyak sekali wanita-wanita yang iri akan kecantikannya dan para lelaki mencoba mendekatinya walaupun hanya untuk menyapa, hal tersebut menyebabkan Min Ji yang bahkan tidak tahu apa kesalahannya terus menerus mendapatkan bullyan, Min Ji menjadi pendiam dan engan berbicara kepada siapapun. Akhirnya Min Ji menjadi pribadi yang pendiam.

Hingga pada akhirnya Min Ji berkeinginan mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari balkon sekolahnya, namun hal tersebut gagal ketika seorang pria dari belakang menarik tangan Min Ji.
“Apakah kau ingin mati seperti ini?” Ungkap pria tersebut.
Min Ji menjawab “tidak” (Min Ji menangis terseduh-seduh).
Merasa Min Ji sudah sedikit lengah si pria lantas menarik tangan Min Ji sehingga Min Ji terselamatkan dari kematiannya.

“Kenapa kau ingin mengakhiri hidupmu? Apakah semurah itu harga nyawamu? Apakah kau merasa kau bisa berengkarnasi itulah mengapa mati bukanlah hal yang luar biasa bagimu?” kata si pria.

Min Ji menjawab semua pertanyaan si pria “aku sebenarnya tidak ingin mati, namun aku lelah menjalankan hidupku ini. Apa salahnya menjadi cantik yang alami? Apa salahnya jika kebanyakan lelaki menyukaiku? Aku tidak pernah menginginkan mereka melakukan itu. Hanya karna hal seperti itulah aku di bully habis-habisan, aku dikatakan mereka menggunakan oplasl ataupun susuk. Apakah kau tahu mengapa rambutku menjadi pendek? Awalnya rambutku panjang, namun mereka memotongnya hingga aku harus merapikan rambutku dan akhirnya rambutku menjadi sependek ini”.
Lalu pria menjawab, “akupun seperti kamu. Aku Bryan. Aku keturunan Indonesia-Belanda. Dikarenakan kita tinggal di Jawa, kebanyakan dari mereka menganggap aku adalah penjajah, karena dulu Indonesia sempat dijajah dengan kejam oleh Belanda. Aku di bully habis-habisan, aku diusir ketika aku makan. Memang sekarang sudah zaman modern seharusnya pemikiran mereka juga sudah maju, namun aku harus apa? Itu memang hak mereka. Aku mencoba menerima. Hingga pada akhirnya aku lelah, dan sempat berpikir untuk mengakhirinya. Namun tahukah Kau? Tiba-tiba batin ku berkata, bertahanlah dan buktikan kepada yang mengertakmu bahwa kamu bisa untuk bangkit, kamu bisa bersatu dengan masyarakat pribumi seperti your mom and dad. Dan dari situlah aku bangkit, lawan semuanya dan buktinya sekarang aku memiliki teman dimana-mana. Kau juga harus begitu.

Ngomong-ngomong siapa namamu?”

Min Ji tertegun mendengar ucapan Bryan yang akhirnya Min Ji sadar bahwa nyawanya lebih berharga dari sebuah bully yang tidak pantas tersebut.
“Aku Park Min Ji, panggil aja Min Ji” Lanjutnya.

Setelah pertemuan mereka pada hari itu, Min Ji dan Bryan sering terlihat bersama. Mulai di kantin, perpustakaan dan juga tempat umum lainnya. Ketika suatu hari mereka sedang berada di salah satu mall kota Yogyakarta, Min Ji bertemu dengan wanita-wanita yang dulu sering sekali menggertaknya hingga memotong rambut Min Ji.
Min Ji seketika merasa ketakutan karena ia masih trauma dengan hal tersebut. Bryan yang mengetahuinya langsung memberi support Min Ji, “Hadapi, jangan kau selalu bersembunyi seperti ini. Setidaknya dia tidak akan memakanmu” setelah mendengar perkataan Bryan, Min Ji sadar bahwa memang dia harus menghadapinya jangan pernah bersembunyi.

Beberapa saat mereka berpapasan, dan gadis itu menyapa Min Ji. Min Ji terkejut karena tak percaya gadis tersebut menyapanya dengan manis, akibat dari kasus bully waktu itu si gadis dikeluarkan dari sekolah, sebab itulah Min Ji sudah tidak pernah melihatnya lagi.
“Min Ji kan?
Masih inget sama aku?
Mumpung ketemu kamu, bisa kita bicara sebentar? Berdua aja, Bryan gak apa kan?” ujar gadis itu.

Bryan pun membalasnya dan mengatakan bahwa hal tersebut tidak masalah untuknya, dia akan menunggu di cafeteria.
Gadis tersebut menarik Min Ji ke tempat yang nyaman buat mengobrol. Gadis itu benar-benar meminta maaf kepada Min Ji atas semua perbuatan yang telah dilakukannya, dia tidak sadar bahwa hukuman yang diterimanya hingga sejauh ini.
Min Ji pun memaafkan si gadis dan setelah selesai berbicara merekapun berpisah.

Min Ji bertemu kembali dengan Bryan dan mereka melanjutkan jalan-jalannya.
Hari demi haripun terus bergulir, tanpa terasa mereka akan segera lulus. Hal yang tidak terduga pun terjadi, Bryan ternyata menyukai Min Ji namun Min Ji tidak mengetahuinya lantaran Bryan belum mengungkapkan perasaannya tersebut.

Hari kelulusan yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, akhirnya mereka berdua lulus dengan nilai yang memuaskan.
“Min Ji aku mau ngomong sama kamu?” Ungkap Bryan.
“Ngomong apa? Ngomong aja?” Jawab Min Ji.
“Min Ji, aku akan kembali ke Belanda untuk melanjutkan studiku. Apakah kamu tidak berminat bersekolah di Belanda? Kan bisa ketemu aku terus hehehe” ungkap Bryan lagi.
Min Ji merasa sedih akan berpisah dengan Bryan “tidak Bryan, aku akan tetap melanjutkan sudiku di Indonesia karena aku sudah nyaman dengan negara ini. Tidak masalah kita berpisah, aku sesekali akan mengunjungimu dan kamu juga harus mengunjungiku ketika liburan”.
Bryanpun merasa senang dengan jawaban Min Ji setidaknya meskipun dia jauh Min Ji tidak akan melupakannya.

1 Tahun Kemudian……

“Liburan semester 2 bisa memakan waktu hingga 3 bulan. Sebaiknya dengan waktu yang sepanjang itu aku mengunjungi Bryan, lagian udah setahun ini kami tidak pernah bertemu hanya bertatap muka lewat video call, dan chattingan. Kali ini aku harus bilang sejujurnya dengan Bryan bahwa aku menyukainya sejak SMA dan aku akan menunggunya hingga dia kembali ke Indonesia,” Min Ji berkata seorang diri.

Keesokan harinya hal tak terdugapun terjadi. Setelah satu tahun ternyata Bryan kembali ke Indonesia tanpa memberi tahu kabar gembira tersebut kepada Min Ji. Bryan pun akan mengungkapkan seluruh perasaannya kepada Min Ji. Sesampainya di Bandara Bryan mengirim pesan kepada Min Ji menanyakan bahwa Min Ji sekarang berada dimana. Setelah memastikan Min Ji berada dirumah Bryan pun langsung menuju kerumah Min Ji.
Bryan sampai tepat didepan pagar rumah Min Ji, Bryan langsung membunyikan bell. Betapa kagetnya Min Ji ketika yang dia lihat adalah pria yang sangat ingin ia temui telah berada tepat didepan matanya, Min Ji sontak berlari dan menghampiri Bryan.

Min Ji menangis, “Jangan nangis dong nih aku udah di Indonesia katanya kamu kangen hehehe ” ujar Bryan sambil mengusap air mata bahagia yang Min Ji keluarkan.

Mereka berdua masuk kerumah dan bercerita panjang lebar, hingga akhrinya Bryan menyatakan perasaannya yang sudah lama dia simpan kepada Min Ji dengan sebuket bunga krisan berwarna merah yang melambangkan rasa cinta.
Min Ji pun dibuat kaget lagi oleh Bryan, bagaimana dia bisa memberikan bahagia yang bertubi kepada Min Ji dalam waktu satu hari saja. Min Ji yang juga memiliki perasaan kepada Bryan pun tidak mungkin menolak ungkapan cinta tersebut. Akhirnya setelah melewati suka duka bersama, dan berpisah selama satu tahun akhirnya mereka menemukan kebahagian dan bisa menyatukan perasaan mereka.

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close