Cerpen

Monolog Benda Terlarang Bernama Narkoba

Perkenalkan, namaku Narkoba. Aku mempunyai banyak saudara, sebut saja Heroin, Ekstasi, Ganja, Putaw, Morfin, Kokain, dan adik-kakakku yang lain. Terlalu banyak bila disebutkan satu-persatu. Apa kalian mengenal mereka? Nama-nama itu cukup tenar, bukan?

Orang seringkali menganggap keluargaku barang terlarang, hingga hadirku terkadang disembunyikan. Bahkan, ada satu badan yang mencoba untuk memusnahkanku dari dunia ini. Padahal, aku merasa sudah cukup baik pada manusia. Malah, beberapa adikku, seperti LSD, Ketamin, dan Amfetamin acap kali bertemu dengan dokter dan menyembuhkan banyak raga. Ah, mungkin oranglah yang salah paham padaku, hingga adanya aku pun kadang disalahgunakan. Biasa, manusia itu ‘kan memang nakal. Rasa-rasanya, jika tidak melenceng sedikit saja dari moral yang telah diajarkan, hidup kurang berarti.

Aku telah bertemu dan berteman dengan banyak orang, mereka yang nakal dan tamak berteman denganku tanpa didampingi dokter. Banyak dari mereka mengalami kegagalan, masalah, dan kesendirian, sehingga mereka datang padaku dengan harapan mendapat ketenangan. Beberapa jenak, aku memang dapat menghapus segala masalah dari ingatan mereka, menemani mereka layaknya kawan yang lama tak bersua, menghibur mereka hingga merasakan euforia, bahkan menyanyikan lullaby sampai mereka tertidur lelap. Namun, tentu kebahagiaan itu hanyalah sebentar, masalah itu akan tetap ada, dan aku pun butuh pergi. Sayangnya, mereka selalu menahan kepergianku.

Aku tahu, sebenarnya mereka sadar bahwa aku hanya bisa berteman dengan mereka dalam jangka waktu yang pendek. Tetapi, mereka terlalu keras kepala, dan tak mau peduli. Entahlah, apa yang membuat mereka tak ingin melepaskanku. Hadirku membuat candu, katanya.

Andai kupunya dua tangan, aku ingin membenturkan kepala mereka ke dinding, agar mereka kembali ke kenyataan dan berhenti menikmati halusinasi bodoh yang kuciptakan. Ah, lagi-lagi ini salahku, tapi apa boleh buat? Merekalah yang meminta.

Bukankah peringatan di luar sana sudah cukup gamblang? Bahwa jika mereka terus bergantung padaku, aku bisa membuatnya dalam bahaya, lebih bahaya dari masalah yang saat itu membebaninya. Bagaimana tidak? Aku sudah memiliki banyak contoh, beberapa teman yang lama bergaul denganku mengalami kerusakan otak, mental, dan bahkan.. ada yang meninggal. Beberapa teman lamaku yang meninggal ialah Whitney Houston, ya, pelantun lagu I will Always Love You itu meninggal karenaku, ada juga Jim Morrison, Elvis Presley. Ah, aku begitu sedih jika harus mengingat bagaimana mereka berada di masa kejayaan dan bertemu si Keberhasilan, sampai akhirnya berjumpa denganku yang mengantarkannya pada kematian.
Jika mereka punya kemauan dan dapat meninggalkanku, bisa saja ia terbebas dari bahaya yang kusebabkan. Sulit? Tentu, bahkan aku yang penuh dosa ini pun belum tentu sanggup melewatinya. Tapi, itulah cara yang bisa dilalui bagi mereka yang ingin pergi dariku, dan memilih pada jalan yang benar setelah jauh tersesat.

Aku tahu betul bahwa ada begitu banyak komponen berbahaya dalam tubuhku, hingga aku tidak mau menarikmu dalam lubang hitam yang dalam. Tetapi, berteman atau tidak denganku, itu adalah pilihanmu. Satu yang harus kau simpan rapi dalam bilik otakmu, berteman denganku tidak akan melepaskan dirimu dari masalah yang tengah kau hadapi. Satu-satunya solusi ialah hadapi dan selesaikan masalah itu, bukan dengan lari dan mencariku.

Oh ya, aku sangat benci pada orang yang mengaku berteman denganku hanya karena coba-coba. Jangan pernah coba-coba berteman denganku, atau kau akan menyesal sepanjang sisa hidupmu.

Penulis: Dinar Wahyuni
Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close