BeritaNews

Mimbar Bebas dan Aksi Solidaritas Sumsel Melawan Berjalan Damai

PALEMBANG, GELORASRIWIJAYA.CO Mimbar bebas dan aksi solidaritas mahasiswa oleh aliansi Sumsel Melawan berjalan dengan damai. Agenda ini diadakan di Bundaran Air Mancur (BAM) dan diikuti oleh mahasiswa Sumatra Selatan (Sumsel), Senin (1/10).

Agenda tersebut membahas terkait melemahnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena revisi Undang-Undang (UU) KPK dan pimpinan bermasalah, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang mengancam demokrasi, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan, RUU Mineral dan Batubara (Minerba), dan RUU Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak berpihak pada rakyat, agenda reforma agrarian, serta penyelesaian kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang tak kunjung dituntaskan.

Agenda ini juga diisi dengan pembacaan surah Yasin dan doa bersama sebagai bentuk solidaritas kepada rekan-rekan mahasiswa yang wafat saat aksi beberapa hari lalu, seperti :

  1. Muhammad Yusuf Kardawi (Mahasiswa Universitas Halu Oleo)
  2. La Randi (Mahasiswa Universitas Halu Oleo)
  3. Bagus Putra Mahendra (SMA Al-Jihad Tanjung Priok)

Massa aksi juga menyalakan lilin yang dibentuk menjadi formasi SOS sebagai alarm tanda bahaya. “SOS berarti kita memberitahukan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ada sesuatu yang darurat dan kita harus menghidupkan tanda bahaya,” ujar Radian Ramadhani, Koordinator Aksi Sumsel Melawan.

Dodi Indra, selaku Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kota (Kabag Ops Polresta) Palembang menanggapi agenda Sumsel Melawan kali ini. “Tentunya kita sudah menyiapkan personil dan perlengkapan pada agenda ini. Saat para mahasiswa menyampaikan aspirasinya, kita akan terus kawal dan amankan dari awal hingga akhir,” lugasnya.

 

Penulis : (gia)

Editor : (oya)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *