EditorialOpini

Millenial di Era Millenium

Penulis: Suci Ramayanti

Generasi millenial adalah terminologi generasi saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia. Millenial atau generasi Y adalah kelompok demografis setelah generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980-an sampai 2000-an sebagai generasi millenial. Jadi generasi millenial adalah generasi muda yang saat ini berusia 15-37 tahun sedangkan generasi X adalah adalah mereka yang lahir antara 1960-1979.

Beberapa pihak berlomba lomba membanggakan diri sebagai generasi X, bukan generasi Y. Mengapa seperti itu? Hal itu jelas, karena generasi Y dianggap sebagai generasi yang memiliki sifat pemalas, tidak mau bekerja keras, semuanya ingin serba instan. Generasi Y dianggap pemalas dan manja karena teknologi yang canggih saat ini. Hal itu menyebabkan generasi Y sangat mudah untuk mengakses semua informasi yang ada. Mereka selalu mempermudah keadaan dengan teknologi yang ada seperti belanja online, transportasi online.

Dengan smartphone, generasi Y bisa melihat dunia. Mengakses informasi seluas-luasnya, sedangkan generasi X harus melakukan secara manual dengan bertanya ke berbagai pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi. Tapi beberapa generasi millenial sekarang cenderung menjadi generasi yang anti sosial, mereka lebih tertarik dengan smartphone mereka. Perdebatan di dunia maya lebih menarik perhatian generasi millenial daripada perdebatan isu-isu politik yang akan menentukan masa depan kehidupan mereka.

Jika ditinjau kembali, generasi millenial tidak seburuk itu. Generasi millenial memiliki kelebihan tersendiri dari generasi X yaitu melek teknologi, kekuatan ekonomi yang tinggi. Seperti laporan Millenial Impact Report 2014, sebanyak 85% generasi millenial yang berusia 20-35 tahun telah memberikan donasi mereka untuk organisasi nirlaba.

Bagi generasi millenial, berbagi adalah gaya hidup. Bukan hanya memberi, tapi sebagai investasi kebaikan. Generasi ini juga sering berkumpul untuk bertukar informasi serta unjuk eksistensi. Banyak generasi millenial yang sukses menjadi entrepreneur, salah satunya Mark Zuckerberg dengan facebooknya. Dengan generasi baru saat ini, harapannya masing-masing generasi bisa saling membantu untuk membangun negara Indonesia lebih baik kedepannya. Setiap generasi harus saling mendukung dan memberikan saran yang membangun tanpa menghilangkan norma-norma moral yang berlaku di masyarakat di zaman teknologi ini.


Editor: (yst)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!