Editorial

Merayakan Satu Tahun Penyerangan Terhadap Keadilan

Dunia ini penuh dengan perayaan, mulai dari perayaan hari pernikahan, kelahiran, ulang tahun, kelulusan dan sebagainya. Siapa yang tidak menyukainya? –Kecuali perayaan terhadap perpisahan atau kematian.

Laiknya kids zaman now yang melakukan perayaan hari jadi setiap bulan dengan sang kekasih misalnya. Mengunggah foto berdua memegang sepotong kue dengan keterangan gambar,

Happy One Month Cayank Aquh, ini pacarqu mana pacarmu?
Membuat murka para tuna-asmara. Iri ya? Dasar ngenes

Tepat sudah satu tahun kasus penyiraman air keras terhadap seorang penyidik KPK, Novel Baswedan. Sayangnya tidak ada perayaan seperti Anniversary yang dilakukan tiap tahun, atau belum ada saja? Atau mungkin ada, tapi hanya ucapan selamat dan syukur atas membaiknya mata sebelah kiri sang lelaki subuh.

Ya, pada 11 April 2017 saat hendak pulang usai menjalankan shalat subuh di Masjid dekat rumahnya, sekelompok orang tidak dikenal menyiramnya dengan air keras, sehingga menyebabkan luka bakar dan kerusakan mencapai 95% pada mata kirinya.

Pada 22 Februari 2018, Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah melakukan pengobatan di Rumah Sakit Singapura. Pada saat itu kondisinya belum sepenuhnya pulih, mata bagian kiri belum bisa melihat dan memerlukan pengobatan lanjutan.

Tahap pengobatan lanjutan dilakukan pada 23 Maret 2018, dengan melakukan operasi pemasangan kornea artifisial atau disebut dengan Operasi Osteo Odonto Keratoprosthesis (OOKP).

Dilansir melalui m.cnnindonesia.com, kini Novel sudah mampu melihat meski jarak pandang terbatas dengan kemampuan melihat benda yang berlatar belakang putih dan jari tangannya dari jarak dekat. Kabar baiknya lagi, ia diperbolehkan pulang ke tanah air pada Kamis, 5 April 2018. Masih dalam kondisi pemulihan sebab tetap harus melakukan rawat jalan dan memberikan obat tetes di matanya.

Butuh waktu 11 bulan lebih perawatan untuk penyembuhan, namun entah butuh waktu berapa lama untuk mengungkapkan fakta mengenai siapa pelaku, siapa dalang dibalik penyerangan, dan apa motif dari penyerangan tersebut. Sementara waktu terus berjalan, tidak terasa sudah satu tahun kasus tersebut menuai tanda tanya.

Namun, sebagai negara hukum kita harus percaya bahwa kasus ini akan segera dituntaskan oleh para penegak hukum. Dilansir melalui Tempo.co Kepolisian Daerah Polda Metro Jakarta Raya, yang menangani kasus tersebut, masih kesulitan untuk menangkap pelaku dan masih berusaha menggali saksi lainnya.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sejumlah upaya terus dilakukan. Seperti menyebar beberapa sketsa orang yang diduga pelaku, membuka saluran pengaduan masyarakat, memeriksa 68 orang saksi, 38 CCTV, dan 109 toko kimia yang berada di DKI Jakarta.

Ini hanya soal waktu bukan? Menunggu itu tidak menyenangkan, apalagi menunggu yang tak pasti. Namun, yakini saja cepat atau lambat kasus ini akan terungkap. Entah nantinya pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku atau mungkin pelaku menyerahkan diri. Maka saat hari itu tiba, perayaan terhadap kembalinya penglihatan Novel dan terungkapnya kasus akan begitu meriah.

Kapan?

Tunggu saja.

Penulis : Safina Riski
Editor : Nurma Afrinda Prandansari

Facebook Comments

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!