Opini

Menuju Kursi Nomor Satu Unsri

Pemilihan rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) telah memasuki babak baru yakni tahap pemaparan visi dan misi serta program kerja periode menjabat. Tahapan ini berlangsung pada Jum’at (12/7) di gedung serba guna pascasarjana Unsri Palembang.

Kelima calon terpilih adalah Ketua Jurusan Teknik Elektro Unsri Muhammad Abu Bakar Sidiq, Dekan Fakultas Pertanian Unsri Andi Mulyana, Dekan Fakultas MIPA Iskhaq Iskandar, Rektor Unsri Anis Saggaf, dan Direktur Pascasarjana Unsri Amin Rejo. Selanjutnya kelima calon ini nantinya akan disaring lagi menjadi tiga besar untuk diserahkan kepada Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi.

Tak jauh berbeda dengan pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, agenda pemilihan rektor juga tidak kalah peliknya. Hal ini bukanlah semata-mata karena proses tahapannya yang begitu banyak. Melainkan adanya beberapa perubahan tata tertib pelaksanaan yang menghambat tahapan proses pemilihan.

Sehingga mengharuskan proses pemilihan yang telah berlangsung diulang kembali dari awal. Lantaran ada penambahan persyaratan kesehatan rohani dan beberapa revisi pasal dalam pelaksanaannya. Terdapat juga satu nama calon yang menambah persaingan panas dalam pemilihan rektor kali ini. Dimana Amin Rejo selaku Direktur Pascasarjana awalnya tidak termasuk ke dalam empat nama calon terpilih.

Selain itu, inkonsistensi pihak panitia dalam melaksanakan pemilihan membuat mahasiswa kecewa. Karena jadwal pemaparan visi dan misi serta program kerja yang dijadwalkan pada 8 Juli lalu tidak membuahkan hasil. Mahasiswa yang hendak mengawal proses pemilihan bak kena prank oleh pihak panitia sebab kosongnya ruangan tempat pemaparan visi dan misi calon rektor. Pemberitahuan mengenai perubahan jadwal pun tidak ada.

Hal ini yang kemudian menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan mahasiswa. Dimana keterbukaan pemilihan rektor yang nantinya akan menjadi orang nomor satu di Unsri? Padahal, rektor yang terpilih nanti bukan hanya menjadi milik birokrat dan senat saja. Melainkan juga seluruh civitas akademika yaitu, mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen di lingkup Unsri.

Penulis: Juniancandra Adi Praha

Editor: Desi Rahma

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *