BeritaNews

Diskusi Terbuka Mahasiswa dan Rakyat, Menilik dan Menolak Omnibus Law

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Kamis (12/3), BEM KM Unsri dalam diskusi terbuka rakyat dan mahasiswa menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Diskusi yang diadakan di Sekretariat BEM KM Unsri ini membahas sekaligus menolak Omnibus Law dari berbagai perspektif.

Ada tiga pandangan yang menjadi perbincangan dalam diskusi terbuka ini, yakni dari aspek hukum, lingkungan, dan buruh.

Dari aspek hukum, Omnibus Law dapat dikatakan cacat. Hal ini diaminkan oleh Kurnia Saleh, alumni Fakultas Hukum (FH) yang turut menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, “Dalam perampungan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja tidak melibatkan stakeholder terkait. Contohnya, ada pasal tentang ketenagakerjaan, tetapi pada faktanya tidak ada satupun pihak dari perburuhan yang diundang dalam perencanaan RUU ini.”

Di lain sisi, dari segi lingkungan, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan, M. Hairul Sobri menyatakan bahwa ada Penghapusan Izin Lingkungan lewat Omnibus Law. Penghapusan ini berkaitan dengan hukum Indonesia yang lemah terhadap investor besar.

Terakhir, jika ditilik dari sisi buruh, Ali Hanafiah, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sumatera Selatan (KSBSI SS), menyatakan kepesimisannya terhadap RUU ini. Lantaran banyak pasal-pasal dalam RUU tersebut dianggap menekan buruh, seperti penghapusan upah minimum kabupaten/kota, pekerja dapat dikontrak seumur hidup, dan lain sebagainya.

Ketiga aspek ini menjadikan rakyat dan mahasiswa berada dalam satu frame untuk bukan hanya menolak, namun juga menggagalkan RUU tersebut.

Maka dari itu, elemen mahasiswa Garda Sriwijaya, BEM SS, Walhi Sumsel, Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Adat (AMAN), dan KSB SI SS membuat pernyataan sikap terhadap Omnibus Law

Pada intinya, pernyataan sikap bersama yang disampaikan oleh Muadz, Presiden Mahasiswa Unsri ialah menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja, serta bersama-sama bergerak mengawal isu Omnibus Law sampai tuntas.

Penulis : (din)
Editor : (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!