Artikel

Mengenal Kanker Darah yang Menyerang Ani Yudhoyono

Sabtu (1/6), dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Andi Arief, melalui akun twitternya mengabarkan berita duka dari istri mantan presiden ke-6 Indonesia, Ani Yudhoyono. Wanita yang kerap dipanggil Ibu Ani ini mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.50 siang waktu Singapura. Diketahui beliau meninggal saat sedang mendapat penanganan instensif di National University Hospital (NUH), Singapura.

Sejak didiagnosis mengidap kanker darah pada 13 Februari 2019 lalu, Ibu Ani dilarikan ke NUH atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. Selama berada di NUH, Ibu Ani mendapat berbagai perawatan dari pihak NUH seperti pemberian obat, suntikan kemo, transfusi darah, dan lain sebagainya, dilansir dari akun instagram @aniyudhoyono, 17 Februari 2019.

Meski sempat dinyatakan membaik setelah 3 bulan perawatan, namun pada Jumat (31/5) kondisi dari Ibu Ani kembali memburuk hingga tak sadarkan diri. Mengutip keterangan dari Agus Harimurti Yudhoyono yang diterima Liputan6.com, Ibu Ani berada di ruang Intensive Care Unit (ICU) NUH Singapura untuk mendapat tindakan terhadap kondisi penurunan kesehatan Ibu Ani yang masih belum stabil. Hingga, pada siang harinya Ibu Ani tutup usia di umurnya yang ke-66 tahun.

Berbicara mengenai penyakit yang diderita oleh Ibu Ani sendiri, kanker darah yang diidap oleh Ibu Ani adalah kanker darah putih atau leukimia. Seperti kebanyakan kanker darah, leukimia disebabkan oleh perkembangan dari sel darah putih abnormal yang mengganggu kerja dari sel darah putih normal yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Sel darah putih abnormal berkembang berkembang secara pesat dan membuat tubuh tidak mampu melawan infeksi bahkan justru mengganggu kemampuan sum-sum tulang belakang untuk menghasilkan sel darah merah dan trombosit.

Dikutip dari Doktersehat.com, leukimia dibagi menjadi dua yakni leukimia limfositik dan leukimia myelogenous, berdasarkan jenis sel darah yang berkembang menjadi sel kanker. Leukimia limfositik adalah petumbuhan abnormal pada sel sum-sum yang menjadi limfosit, sel darah putih yang memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh. Sedangkan, leukimia myelogenous merupakan pertumbuhan sel abnormal pada sel sum-sum yang matang dan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Untuk klasifikasi dari leukimia sendiri ada empat, health.detik.com menyebutkan :
1. Acute lymphoblastic leukemia (ALL) terjadi ketika sel darah putih abnormal terbentuk dan menyebar di sumsum tulang dengan cepat.
2. Chronic lymphocytic leukemia (CLL) yang butuh bertahun-tahun untuk menyebar.
3. Acute myeloid leukemia (AML) ketika sel darah putih, merah, dan platelet abnormal menyebar cepat.
4. Chronic myeloid leukemia (CML) yang awalnya tumbuh dengan lambat, memengaruhi sel sumsum tulang yang memproduksi darah, kemudian menyebar ke darah itu sendiri.

Menurut blood-cancer.com, ada beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan untuk kanker darah seperti kemoterapi, imunoterapi, terapi radiasi, transplantasi sel induk, hingga operasi.

Penulis : Royan Dwi Saputra
Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close