ArtikelOpini

Mengapa Korona Bisa Sampai ke Indonesia?

Dunia kesehatan tengah digemparkan dengan keberadaan virus jenis baru novel coronavirus (2019 n-Cov), virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China. Semenjak adanya virus ini Wuhan menjadi kota mati, tidak ada aktivitas niaga, tidak ada aktivitas sosial seperti kota-kota besar pada umumnya, sebab virus ini menimbulkan kecemasan dan ketakutan masyarakat dunia karena penularannya yang sangat cepat.

Novel coronavirus (2019 n-Cov) merupakan jenis baru coronavirus yang
sebelumnya belum pernah teridentifikasi menyerang manusia, virus ini pada
dasarnya menyerang hewan, namun berevolusi dapat menyerang manusia. Novel coronavirus (2019 n-Cov) memiliki genetik yang mirip dengan SARS. Adapun gejala akibat virus corona ini hampir mirip dengan virus SARS dimulai dari demam tinggi hingga gangguan pernafasan seperti pneumonia. Dalam penemuan baru-baru ini virus corona di nilai 10 kali lebih berbahaya dibanding SARS hal ini
yang menyebabkan mengapa corona lebih mudah menyebar dari manusia ke manusia.

Dugaan sementara mengapa corona virus dapat menyerang manusia adalah karena manusia mengkonsumsi hewan-hewan yang diduga penyebab korona seperti kelelawar dan unta, dan dalam penelitian terbaru mengkonsumsi ular menjadi penyebab penyebaran virus korona, hal ini sebabkan karena adanya kemiripan struktur sel antara ular dan virus corona, Hingga saat ini korona mewabah di lebih dari 13 Negara di dunia dan menyebabkan ribuan manusia meninggal dunia.

Apakah korona bisa sampai ke Indonesia? Jawabannya sangat bisa. Aktivitas manusia sangat sulit untuk dibatasi, apa lagi di zaman sekarang sarana tempat-tempat umum yang menunjang mobilitas manusia lebih terbuka lebar, di jalur udara semakin banyak bandara yang di bangun guna menunjang kebutuhan manusia yang memiliki mobilitas padat, harus berpindah dari satu daerah ke daerah lain bahkan ke negara lain, bukan hanya untuk kegiatan pekerjaan, akses untuk para turis dari berbagai dunia yang ingin menyambangi Indonesia akan semakin lebih mudah.

Pada jalur laut, pelabuhan-pelabuhan semakin ditingkatkan kualitasnya
tujuannya tidak lain sebagai upaya penunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, seperti yang kita ketahui jalur laut masih menjadi jalur favorit para pelaku usaha untuk melakukan perniagaan, mulai dari jual beli antar daerah, antar provinsi hingga kegiatan ekspor impor. Di jalur darat kereta api dan bus antar kota menjadi transportasi yang masih sangat digemari oleh masyarakat, selain adanya perbaikan kualitas pelayanan yang dilakukan, misalnya pada kereta api semakin banyak pilihan kereta api yang nyaman dengan harga murah sehingga sangat wajar peningkatan pengguna kereta api semakin banyak, untuk penggunaan jasa bus adanya pembangunan jalan tol menjadi nilai tambah tersendiri, tidak heran jika dengan adanya jalan tol menyumbang peningkatan peminat masyarakat yang menggunakan jasa bus.

Pernahkah kita menyadari akses-akses tersebut (bandara, stasiun, terminal, pelabuhan) menjadi peluang besar penyebaran virus korona di Indonesia. Karena tempat-tempat tersebut merupakan tempat perkumpulan manusia, tempat segerombol manusia melakukan interaksi satu sama lain, manusia dari berbagai tempat dan asal berkumpul menjadi satu, jika ada salah satu manusia yang mengalami sakit, maka sangat mungkin untuk menularkannya ke manusia lain.

Apakah kita bisa membatasi agar manusia tidak melakukan aktivitas
berpergian ? tentu saja amat sulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah diadakannya pemantauan kesehatan manusia di setiap jalur masuk (udara , laut,
darat) baik yang hendak keluar maupun yang hendak masuk ke suatu daerah.
Apalagi pemantauan kesehatan dari masyarakat luar (Warga Negara Asing) yang masuk ke Indonesia itu wajib dilakukan.

Akses masyarakat untuk melakukan perjalanan bukan hanya melalui jalur udara namun masih ada jalur-jalur lain yang bisa saja menjadi penyebab mengapa
corona bisa sampai ke Indonesia. Selain itu, adanya himbauan agar setiap masyarakat selalu menjaga kesehatan tubuhnya harus selalu digencarkan agar tumbuh kesadaran menjaga kesehatan individu. Menjaga kesehatan dan kebersihan individu bisa mulai dari hal-hal kecil seperti mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, memakai masker, serta memakan makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, dengan begitu kita dapat berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat indonesia diawali dengan menjaga kesehatan diri kita sendiri.

Penulis : Sulastri Handayani Mahasiswa FKM Unsri Angkatan 2016
Editor : (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!