BeritaNews

Menang di Ideathon 2020, Tim Unsri Dapat Pendanaan dari Kemenristek/BRIN

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Tim Universitas Sriwijaya (Unsri) yang terdiri dari 3 dosen, yakni Bhakti Yudho Suprapto, Zainuddin Nawawi dan Suci Dwijayanti berhasil meraih kemenangan pada Ideathon Indonesia 2020. Bersama 16 tim lainnya, Tim Unsri akan mendapatkan pendanaan untuk mengimplementasikan idenya, Sabtu (9/5).

Ideathon Indonesia 2020 merupakan ajang penjaringan ide dari masyarakat untuk mencari solusi penanganan pandemi Covid-19. Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) sejak tanggal 13 April lalu ini, telah menjaring sebanyak 4.973 proposal. Ide yang diikutkan oleh Tim Unsri dalam ajang tersebut yakni alat deteksi awal infeksi virus Covid-19 berbasis hybrid sensor suhu, database dan kamera menggunakan face recognition. Alat deteksi ini berfungsi untuk memudahkan dalam pendeteksian dan pencegahan awal Covid-19 di tempat yang ramai dengan kerumunan.

Bhakti Yudho selaku ketua tim menjelaskan bahwa idenya bermula dari membaca pemberitaan media akan banyaknya masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) yang masih berkumpul dan bepergian tanpa menggunakan masker, serta masih kurangnya kepedulian dan pemalsuan data. Ia menerangkan cara kerja alat deteksi tersebut, “Di kamera nanti terdeteksi suhu dan wajahnya. Kalau suhunya 36 derajat, lewat, tapi kalau 37,8 atau 38 derajat nanti langsung terkoneksi ke database. Database yang digunakan berupa data e-KTP. Ketika si A terdeteksi langsung terkoneksi ke alamat dan datanya akan dikirim ke Satgas Covid-19.”

Baca juga: Penundaan KKN ke-93 Unsri Hingga Desember Mendatang

Lebih lanjut, Bhakti Yudho juga mengungkapkan implementasinya akan diterapkan di banyak kantor dan mall. Namun, di awal telebih dulu hanya membuat sistemnya, sembari mencoba kerjasama dengan Dukcapil guna meminta data salah satu kecamatan di Kota Palembang untuk uji coba.

Besar harapan Bhakti Yudho dan timnya untuk sistem ini dijalankan. “Saya berharap sistem ini bisa dibuat dan diterapkan. Tapi, mungkin tidak langsung ke database kependudukan, cukup di kantor dan mall. Terus harapannya bisa lebih peduli sama kondisi sekarang ini, sebagaimana kita ketahui langkah awal deteksi pandemi Covid-19 adalah suhu tubuh,” tutupnya.

Penulis : (jap)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!