BeritaNews

Masyarakat Meminta Konflik Cinta Manis Segera Ditindaklanjuti pada Audensi dengan PTPN VII

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO—Audiensi dan rapat penyelesaian sengketa pertahanan dan perselisihan perubahan antara masyarakat Desa Betung dan Seribandung Ogan Ilir dengan PTPN VII Cinta Manis, di Gedung Graha Bina Praja Sumatera Selatan, Rabu (10/04).

Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat, PTPN VII Cinta Manis, pihak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anti Penindasan Rakyat.

Audiensi ini membahas dua permasalahan, yakni sengketa lahan dan hak buruh. Dedi Krisna, Koordinator Lapangan Gerakan Tani Betung juga menyebutkan bahwa ada dua permasalahan yang harus segera diselesaikan, yakni:

  1. Masalah lahan, masyrakat meminta segera dilakukan pengukuran ulang sesuai regulasi yang ada, karena di sini terjadi dugaan pengelembungan tanah yang begitu besar, terlepas dari pengukuran ulang kalau PTPN benar masyarakat menjamin tidak akan ada konflik lagi. Sebaliknya, kalau masyarakat benar sesuai regulasi yang ada, segera ditetapkan sebagai objek reforma agraria, dan diberikan sertifikasi serta legalisasi aset sesuai dengan Peraturan Presiden 86 tahun 2018, baik Desa Betung maupun Seribandung.
  2. Masalah buruh, sekarang kasus hukum ini sudah ada di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, yang mendorong kasus ini supaya tahap satu dan dua selesai, serta atas dugaan perkara tindak pidana dua pasal, yakni upah di bawah ketentuan dan intimidasi kepada serikat.  Setelah itu, masalah hak-hak normatif karyawan pensiun yang sudah mengabdi hampir 50 tahun dikorupsikan hak-hak mereka, rata-rata sepuluh tahun dihilangkan. Masyarakat berharap Pemprov, khususnya gubernur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi untuk segera membayar hak-hak ribuan karyawan ini.

“Apabila kasus ini tidak ditindaklanjuti, maka akan ada pergerakan massa sebesar-besarnya di kantor Gubernur Sumsel sampai masalah ini selesai,” tegas Dedi.

Budi, salah satu mahasiswa yang mengikuti audiensi ini mengatakan sudah melakukan observasi di Desa Betung dan Seribandung, dan akan berada di barisan rakyat, “Mahasiswa juga sudah mengobservasi kondisi di sana, baik itu permasalahan lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Mahasiswa tinggal di sana sudah 3 minggu, melihat langsung keadaan lahan yang bagus dan tidak terpakai, dan keadaan buruh yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang layak,” ujarnya.

Penulis: (rhs)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *