BeritaNews

Resah dengan Kabut Asap, Mahasiswa Gelar Aksi G17S

PALEMBANG,GELORASRIWIJAYA.CO – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Sumsel Melawan Asap (G.ASMA) melakukan aksi G17S di halaman depan kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (17/9).

Aksi G17S ini dilakukan serentak di 9 titik, yaitu Kalimantan Timur, Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Sumateta Selatan, Nusa Tenggara Barat, Semarang Raya, Jabodetabek Banten, dengan tujuan menyuarakan keresahan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyebabkan bencana kabut asap di Indonesia.

Untuk diketahui, bahwa G.ASMA kali ini merupakan jilid II (sebelumnya di tahun 2015) dengan membahas permasalahan yang sama yaitu bencana kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah di Provinsi Sumsel.

Adapun tuntutan yang hendak disampaikan kepada pemerintah Provinsi Sumsel meliputi:

1. Tangkap, adili, dan cabut izin perusahaan pembakar lahan di Sumsel
2. Tindak tegas oknum pembakar lahan pembakar lahan di wilayah Sumsel menurut Perda No. 8 Tahun 2016 pasal 17 dan 18 dan atau Undang-undang No 32 Tahun 2009
3. Tegaskan aturan hukum terkait pembukaan lahan sesuai pasal 56 Undang-undang 39 Tahun 2014
4. Membentuk tim gugus tugas untuk melakukan mitigasi bencana Karhutla serta pengawasan lahan gambut dan atau lahan yang rentan terbakar
5. Memfasilitasi pelayanan kesehatan masyarakat yang terkena dampak penyakit akibat Karhutla secara gratis
6. Menerbitkan SK Gubernur tentang Kewajiban Pencegahan Karhutla oleh setiap perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berkaitan dengan Karhutla.

Kordinator G.ASMA, Ni’matul Hakiki berharap Gubernur Sumsel menyatakan komitmen bahwa gubernur ingin menyelesaikan masalah, membuat kontrak politik kepada massa aksi, karena kita sudah terbiasa dengan janji-janji semata.

Namun, kedatangan massa aksi disambut oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya. Ia menyampaikan bahwa gubernur Sumsel tidak dapat menghadiri dan berdiskusi bersama mahasiswa dikarenakan ada kunjungan dari ibu negara Republik Indonesia, Iriana Jokowi, dan ada kunjungan ke beberapa kabupaten.

“Jika adik-adik ingin bertemu dengan bapak gubernur, nanti saya jadwalkan, besok atau lusa, hari ini beliau masih ada kunjungan ke beberapa kabupaten,” ungkapnya.

Aksi terus berlanjut dan massa akan bertahan sampai gubernur datang menemui massa.

Sementara itu, menanggapi aksi tersebut, Anis Saggaff selaku Rektor Unsri mengatakan baru tahu adanya aksi pagi tadi, dan baru sempat hadir sore harinya. Ia datang karena diundang oleh salah satu asisten gubernur. “Kegiatan peduli lingkungan itu bagus. Cuma memang penyampaiannya ada 2, misal datang hari ini, aksi berikutnya saran saya ada advokasi bersama pimpinan universitas,” ujarnya.

“Peduli itu bagus tapi juga harus memberikan jalan keluar. Jadi, kalau advokasi siapkan jalan keluarnya. Saya siap membersamai advokasi nanti, mahasiswa bawa konsep  tentang kebakaran tersebut,” tambahnya.

Ia pun mengaku bahwa tidak mengetahui perihal mahasiswa yang terluka ketika aksi tersebut. “Soal mahasiswa yang terluka itu sudah biasa kalau dalam aksi,” lanjut Anis.

Kehadiran rektor dan jajaran menurut Ni’matul tidak masalah, “Selama tidak ada intervensi, tidak masalah kehadiran rektor dan jajarannya.”

Penulis: (apn)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *