BeritaNews

Mahasiswa FH Gelar Aksi Protes, Dekanat Angkat Bicara

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Pihak Dekanat Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri) menanggapi aksi protes yang dilayangkan oleh mahasiswa lewat sebuah banner yang dipajang di depan gedung perkuliahan, Rabu (29/1).

Murzal, Wakil Dekan bagian kemahasiswaan FH, menyayangkan aksi mahasiswa tersebut yang dinilai kurang beretika sebagai kaum intelektual. Ia juga mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa di luar jam kerja atau saat perkuliahan selesai.

“Kami (Dekanat) akan menindaklanjut masalah ini dengan melakukan rapat terlebih dahulu. Jika kemarin protes tersebut dipasang pada saat jam kerja, kemungkinan kami akan berbicara secara langsung dengan perwakilan mahasiswa yang ada,” ujarnya.

Terkait kekurangan kursi yang menjadi salah satu poin tuntutan mahasiswa, Murzal menuturkan bahwa mahasiswalah yang kerap mengambil kursi dari kelas lain dan tidak bertanggung jawab untuk mengembalikannya lagi. Selain itu, mengenai pendingin ruangan, Murzal mengatakan mahasiswa memiliki kebiasaan membuka jendela untuk merokok dan lupa menutupnya kembali sehingga membuat pendingin ruangan tersebut tidak bekerja secara maksimal.

“Komunikasi dibutuhkan saat ini. Masalah ini timbul karena kurang komunikasi saja antara mahasiswa dengan pihak Dekanat,” ungkap Murzal.

Namun, berbeda dengan pernyataan dari pihak Dekanat. Maulana selaku mahasiswa FH mengaku sudah pernah mengajukan audiensi mengenai hal tersebut dengan pihak Dekanat, tapi mendapat penolakan. Menurutnya, banyak keresahaan mahasiswa FH mengenai sistem dan fasilitas yang ada.

“Kami mendengar keresahan mahasiswa, seperti daftar ulang yang terakhir dilakukan tanggal 7, sedangkan kebijakan universitas tanggal 15 terakhir bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bagaimana jika ada mahasiswa yang baru bisa membayar UKT pada tanggal 8 atau 15. Kelas juga sudah tidak kondusif lagi karena diisi oleh ratusan mahasiswa, sedangkan kapasitas kelas tidak mencukupi,” tutur Maulana.

Baginya, aksi tersebut dibuat sebagai pemantik yang ditujukan kepada pihak Dekanat agar melihat apa yang sedang terjadi di FH. Dengan adanya permasalahan ini, ia berharap akan ada perbaikan untuk sistem akademik dan fasilitas di kampus FH.

Penulis : (ftw)
Editor : (oya)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!