Artikel

Kudeta-kudeta yang Pernah Terjadi di Dunia

Kudeta menurut KBBI adalah perebutan kekuasaan, dalam hal ini pemerintahan secara paksa. Secara umum, kudeta ialah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan seringkali bersifat brutal.

Lalu apa penyebab dari tindakan tersebut? Biasanya penyebab terjadinya kudeta ini, yaitu hubungan yang tidak harmonis antar suatu kelompok, berbeda pemikiran, ketegangan politik ataupun bentuk dari kekecewaan kelompok atau golongan tertentu terhadap kelompok dan golongan lainnya .

Negara-negara yang pernah mengalami kudeta militer:

a. Kudeta Thailand

Pada tahun 2006, Thailand mengalami krisis politik berkepanjangan yang menyebabkan munculnya kudeta militer untuk menumbangkan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Militer melancarkan kudeta sebulan sebelum dilaksanakannya pemilu dan rencananya digelar pada 15 Oktober.

Kudeta ini meliputi, membatalkan pemilu yang akan berlangsung, membatalkan konstitusi, membubarkan Parlemen, melarang unjuk rasa, mengumumkan undang-undang keadaan darurat, menangkap para anggota kabinet dan berita lokal maupun internasional yang ada di Thailand diberlakukan sensor, bahkan militer menangkapi para pengunjuk rasa. Untungnya, peristiwa ini tidak memakan korban jiwa.

b. Kudeta Mauritania

Mauritania adalah negara dengan sebagian besar wilayahnya berupa gurun pasir. Negara ini merupakan negara bekas jajahan Perancis. Kudeta militer pada negara ini terjadi tahun 2008 terhadap pemerintahan Presiden Sidi Muhammad Ould Cheikh Abdallahi yang dipicu adanya pemecatan empat orang pejabat militer oleh Abdallahi bersama Perdana Menteri Yahya Ould Ahmed Waqef.

Pemecatan dilakukan karena pejabat militer ini dicurigai berada di balik berbagai krisis politik yang mengganggu stabilitas negeri itu. Abdallahi terpilih sebagai Presiden Mauritania dalam pemilu demokratis tahun 2007, setelah masa transisi dari Dewan Militer tahun 2005 yang menggulingkan Presiden Maaouya Sid’Ahmed Taya juga dengan kudeta tidak berdarah. Abdallahi dan Yahya sempat disandera oleh sekelompok militer di dalam Istana Negara. Pada saat itu, lebih dari separuh anggota parlemen Mauritania menuntut Abdallahi mundur dari jabatannya. Kudeta ini melibatkan pertumpahan darah antara militer dan masyarakat sipil.

Memang pada era kepemimpinan Abdallahi selalu dilanda krisis politik, bahkan 48 anggota parlemennya menyatakan mundur dari partai yang berkuasa saat itu. Alasannya, Presiden Abdallahi dianggap telah menyalahgunakan kekuasaannya dan mengecewakan rakyat Mauritania.

c. Kudeta Madagaskar

Kudeta militer dilakukan terhadap Presiden Marc Ravalomanana pada tahun 2009. Kudeta diawali dengan adanya situasi politik yang terus meruncing dan melibatkan oposisi pimpinan Andry Rajoelina. Terjadi aksi protes selama berminggu-minggu karena Ravalomanana dianggap gagal membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Aksi protes kemudian berubah menjadi bentrokan dan menewaskan 135 orang. Presiden Ravalomanana lalu menawarkan untuk melaksanakan referendum mengenai kepresidenannya. Namun pimpinan oposisi Andry Rajoelina menolak tawaran tersebut, bahkan menuntut agar Ravalomanana ditahan.

d. Kudeta Sudan

Pada 30 Juni 1989, terjadi kudeta militer yang dipimpin oleh Omar Hasan Albashir untuk menggulingkan pemerintahan koalisi Sadiq Al-Mahdi yang terpilih dalam pemilu. Setelah berhasil mengudeta, Al Bashir kemudian membentuk Pasukan Revolusi Penyelamat Bangsa (RCC), dan mengangkat dirinya sendiri sebagai Panglima Besar Militer. Hasan Albashir dikenal sebagai sosok diktator, karena dia mengatasi persoalan perang saudara yang terjadi di Sudan dengan keras.

e. Kudeta Uganda

Terjadi pada 25 Januari 1971 dan dipimpin oleh Jenderal Idi Amin Dada Oumee terhadap Presiden Milton Obote. Saat itu, presiden sedang tidak ada di tempat, Presiden Obote tengah menghadiri konferensi Kepala Negara Persemakmuran di Singapura. Kudeta ini dikaitkan sebagai kudeta militer berdarah, karena banyak memakan korban jiwa dari kedua kubu pendukung.

Idi Amin memerintahkan untuk membunuh semua tentara dan perwira yang masih mendukung Milton Obote. Sebaliknya, Milton Obote bersama para pendukungnya melakukan perlawanan. Peristiwa kudeta militer ini membuat negara kecil di Afrika tersebut menjadi terkenal di dunia internasional.

f. Kudeta Burkina Faso

Kudeta ini berlangsung singkat, terjadi pada September 2015 dan menimbulkan korban jiwa. Kudeta dipimpin oleh Jenderal Gilbert Diandere tehadap presiden sementara Burkina Faso, Michel Kafando. Dalam peristiwa ini, Presiden Michel Kafando dan Perdana Menteri Isaac Zida sempat diculik.

Kudeta militer ini dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang setia terhadap Gilbert Diandere pendukung mantan presiden Burkina Faso, Blaise Compaore. Pemimpin kudeta Gilbert Diandere, akhirnya menyerahkan diri setelah sadar kudeta militer yang dilancarkannya tidak mendapat dukungan dari masyarakat sipil.

g. Kudeta Fiji

Tidak tanggung-tanggung negara ini bahkan mengalami empat kali kudeta. Tiga kudeta dilatar belakangi persoalan etnis Fiji dan Fiji India. Mayoritas etnis Fiji merupakan pemeluk Gereja Methodis, sedangkan mayoritas etnis India beragama Hindu. Kudeta terjadi pada tahun 2000, 2005, 2006 dan 2012. Kudeta Desember 2006 terjadi akibat tekanan terus-menerus sejak kerusuhan pada Kudeta Fiji tahun 2000 dan krisis politik Fiji tahun 2005-2006.

Kudeta Mali yang terjadi pada 22 Maret 2012 dipimpin oleh Kapten Amadou Sanogo terhadap rezim Presiden Amadou Toumani Toure yang dianggap tidak tegas dalam menghadapi kelompok pemberontak Suku Tuare. Kudeta ini menimbulkan banyak korban jiwa. Sepekan setelah penangkapan Amadou Sanogo, November 2013 ditemukan pemakaman massal dekat Bamako.

h. Kudeta Guinea Bissau

Kudeta militer di negara ini terjadi pada malam hari di tahun 2012. Negara ini sering kali menampilkan keterlibatan militer dengan pemerintahan sipil. Karena itu, peristiwa-peristiwa yang mengarah pada kudeta 2012 termasuk kerusuhan militer pada 2010 dan upaya kudeta yang gagal pada 2011.

i. Kudeta Myanmar

Kudeta yang sedang panas baru-baru ini adalah kudeta militer yang terjadi di Myanmar. Kudeta ini terjadi karena adanya ketegangan antara pemerintahan sipil dengan pihak militer. Bahkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, bersama sejumlah tokoh senior Partai National League for Democracy (NLD) ditangkap dan digantikan oleh seorang jenderal sebagai pelaksana tugas Presiden Myanmar saat ini.

Pihak militer Myanmar sudah mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas negara. Akibat adanya kudeta tersebut, akses internet di Myanmar diputuskan.

Penulis: Fatmawati

Editor: Febby Anggraini

Sumber: Kompas.com, https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=12206 dan https://any.web.id/pengertian-jenis-dan-teknik-kudeta.info

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!