BeritaNews

Kronologi Kericuhan Pasca Pemira di Fakultas Ekonomi

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO –  Satrio Wibowo dan Farrel Farhan mengeluarkan press release terkait kericuhan yang terjadi pada malam hari di Fakultas Ekonomi (FE), pasca Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira), Jumat (5/11).

Kericuhan tersebut terjadi antara Satrio, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) FE dan Farrel dari Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon (Paslon) Gubma dan Wagubma FE 01.

Kejadian itu sempat menimbulkan suara gaduh sehingga memancing mahasiswa untuk melihat. Rey, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang saat itu berada di gedung FISIP A mengatakan, “Kami kira ada maling, karena kami dengar kayak ada yang teriak ‘maling-maling’, akhirnya kami langsung lari kesana, ketika di sana ternyata bukan.”

Farrel, Timses 01 yang terlibat dalam kericuhan tersebut mengatakan bahwa press release kronologi kejadian sebelumnya, yang sempat beredar Rabu (6/11) hanya ditulis oleh satu pihak, maka kronologi yang disampaikan belum terlalu detail dan banyak mengandung ketidaksesuaian fakta yang terjadi di lapangan.

Berikut kronologi kericuhan yang dijelaskan oleh Satrio Wibowo dan Farrel Farhan, serta disaksikan oleh Hardison (Akutansi 2016) dan Tegar Gilang Widianto (Manajemen 2015):

  • Sekitar jam 20.00 WIB pada hari Jum’at (1/11), Satrio Wibowo dan Farrel Farhan melakukan komunikasi lewat telepon. Percakapan tersebut membahas perihal status WhatsApp yang diunggah oleh Satrio Wibowo. Di akhir percakapan, Satrio Wibowo mengatakan, “Cak melawan nian kau” dengan situasi yang agak emosional. Pernyataan ini disalahtafsirkan oleh Farrell, ia menganggap kalimat tersebut sebagai tantangan. Pasca pembicaraan terakhir itu, telepon langsung dimatikan oleh Farrell.
  • Sebelum rekapitulasi (setelah sholat Isya), Farrell dan Hakim selaku Timses 01 menanyakan perihal waktu dan tempat rekapitulasi kepada Satrio yang sedang istirahat sembari menunggu rekan komisioner KPU KM FE Unsri yang tengah menuju Indralaya. Hal ini ditanggapi oleh Satrio dengan cara meminta Farrell bersabar, dikarenakan ketidakpastian kondisi lapangan. Beberapa saat kemudian, Farrell menanyakan profesionalitas Satrio sebagai ketua KPU KM FE Unsri. Lalu, Satrio langsung berdiri dan keluar dari Musholla FE dengan gestur agak kesal. Hal ini ditanggapi pula oleh Farrell yang ikut menyusul keluar.
  • Pasca keluar dari Musholla FE, ketika hendak turun dari tangga, Satrio melontarkan kata “Ngapo kau? (Kenapa kamu?)” Kepada Farrel. Hal ini ditanggapi Farrell dengan perkataan, “Jangan di sini.” Kemudian, Farrell turun dari tangga hingga menuju rak sepatu. Saat itu, Satrio ditahan oleh Ketua DPM KM FE Unsri untuk tidak turun. Akan tetapi, Farrell memberi isyarat tantangan pada Satrio untuk mengikuti Farrell. Hal ini diikuti dengan beberapa oknum teman-teman Farrel untuk memprovokasi Satrio. Walaupun diantara teman-teman Farrell ada yang berusaha untuk menenangkan massa, khususnya Farrell.
  • Pasca dilaksanakannya proses rekapitulasi, Satrio keluar dari tempat rekapitulasi, saat itu Farrell langsung menghampiri (merangkul) Satrio, dan setelah itu terjadi aksi saling pukul yang kemudian diikuti oleh beberapa oknum yang ikut memukuli Satrio Wibowo. Pasca kejadian itu Farrell memasuki ruangan di FE, lalu ada massa yang meminta Farrell untuk keluar dari ruangan. Dan setelah percakapan yang alot dari perwakilan massa, Farrell pun menyetujui untuk keluar dengan jaminan keamanan. Setelah Farrell keluar dengan tujuan negosiasi damai, yang terjadi adalah penyerangan dari Satrio. Hal ini juga diikuti oleh oknum lainnya. Setelah itu terjadi kericuhan.
  • Pasca kericuhan, pihak keamanan Unsri menjadi mediator antara kedua belah pihak agar bisa berdamai. Mediasi dilakukan dengan mempertemukan Satrio Wibowo dan Farrell Farhan dengan tujuan untuk saling memaafkan. Setelah proses saling memaafkan dan berdamai, masing-masing memberikan pernyataan penutup dan meminta massa untuk membubarkan diri.

Dengan press release kronologi yang dikeluarkan oleh Satrio dan Farhan, mereka mengimbau agar rekan-rekan mengakhiri konflik antara kedua belah pihak dan tidak melakukan sentimen-sentimen negatif, karena mereka telah sepakat untuk berdamai.

Penulis: (oni)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *