BeritaNews

Kronologi Kericuhan Aksi Menolak UU Omnibus Law

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO- Kamis (8/10), aksi buruh nasional bersama mahasiswa dalam rangka menolak Undang-Undang Omnibus Law di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) sempat diwarnai kericuhan.

Rian mahasiswa Muhammadiyah menuturkan jika keributan tersebut berawal dari beberapa oknum yang bertindak agresif dengan melempar botol kosong kearah Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumsel saat ia hendak mendekat. “Awalnya aksi berjalan aman-aman saja namun tiba-tiba dari belakang ada oknum yang bertindak brutal dengan melemparkan botol kosong ke bapak Sekwan yang mencoba mendekati massa.”

Menurutnya kericuhan tersebut, dipicu adanya perlawanan dari kedua belah pihak yakni polisi dan mahasiswa. “Lemparan pertama masih bisa diredam tapi lemparan selanjutnya mungkin yang memicu amarah pihak kepolisian,” ujarnya.

Andi Leo selaku koordinator aksi menyatakan, “Yang jelas tadi kami kecewa dengan perwakilan DPRD Provinsi yang mengatakan akan mengadakan video call dengan Ibu Anita sebagai pimpinan DPRD Sumsel, sebab beliau saat ini sedang ada di Jakarta tetapi kenyataannya setelah perwakilan DPRD naik ke atas mobil komando yang dihubungi wakilnya, dan itupun tidak diangkat.”

Ia menyebutkan jika massa meluapkan kekecewaan dengan cara melemparkan botol disusul dengan gas air mata dan water canon hingga berakhir ricuh.

Untuk korban ada beberapa orang yang luka di tangan. “Belum diketahui pasti ada tidaknya korban tetapi menurut informasi yang kami terima ada korban luka bagian tangan.”

Andi berpendapat jika di dalam aksi tadi ada oknum-oknum penyusup. “Penyusup saya rasa ada untuk masa yang banyak akan selalu ada konflik dan masa pun terprovokasi. Sangat disayangkan kami datang baik-baik ternyata masih ada oknum lain bertindak sebagai penyulut,” tutupnya.

Dari pihak kepolisian Eddy juga berpendapat jika aksi tadi tidak chaos. “Tidak chaos tapi ada provokasi saja, akhirnya kami sama-sama menyadari hingga bisa berunding kembali, belum diketahui siapa oknum pemicu kerusuhan tersebut. Sebelumnya, sudah ada yang kita amankan pembuat rusuh ini namun dari mahasiswa kita belum mengetahui siapa mahasiswa yang ikut melempar botol tadi,” ujarnya mengakhiri wawancara.

Akibat dari kericuhan tersebut terdapat beberapa fasilitas yang rusak seperti mobil kepolisian dan gerobak dagangan warga setempat.

Penulis: (ftw)
Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!