Berita

Konsolidasi Terbuka FPA Angkat Isu Konflik Agraria yang Belum Usai

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Rabu (10/4), Forum Pemuda dan Aktivis (FPA) mengadakan konsolidasi terbuka bertempat di lapangan depan sekret Masopala Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang mendatangkan masyarakat Suku Penesak Ogan Ilir (OI), konsolidasi ini mengangkat isu sosial berupa konflik agraria yang sudah puluhan tahun belum usai di Desa Betung, OI.

Pandu Satria Anarki selaku koordinator FPA menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan konsolidasi ini adalah agar nantinya mahasiswa di FISIP dapat menjadi garda dalam gerakan terkait isu-isu sosial sepeti konflik agraria di OI ini. Ia juga mengatakan isu ini diangkat karena ingin menegaskan agar mahasiswa lebih peka terhadap permasalahan di sekitar kampus.

Salah satu masyarakat Desa Betung, Ali Syarifudin, dalam konsolidasi tersebut menceritakan perjuangannya dalam menuntut hak milik nenek moyang Desa Betung yang direbut oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis, “Tekad hati saya tetap ingin menguasai lahan itu. Masuk 5 tahun perjuangan ini, kami tidak akan melepaskan. Padahal mereka tidak tahu sejarah tanah itu, mereka orang baru! Mereka yang tahu sejarahnya sudah tidak ada lagi di PTPN VII Cinta Manis itu,” tegas Udin.

Saat ditanya mengenai peranan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam membantu penyelesaian masalah konflik ini, Udin menuturkan bahwa dia dan masyarakat Desa Betung merasa terbantu dengan adanya campur tangan mahasiswa dalam kasus ini, “Pokoknya kami berterima kasih banyak kepada mahasiswa yang sudah membantu kami. Kami seluruh masyarakat Desa Betung merasa terbantu,” tambahnya.

 

Penulis : (oya)

Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *