BeritaNews

Konsolidasi Konflik Agraria PTPN VII Cinta Manis

Pengukuran Ulang Lahan Tak Kunjung Direalisasikan Pemerintah, Mahasiswa akan Lakukan Aksi Lagi

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Gerakan Anti Penindasan Rakyat (Gertak) menggelar konsolidasi mengenai konflik agraria PTPN VII Cinta Manis dan Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir di Student Center Universitas Sriwijaya (Unsri), Senin (22/4).

Konsolidasi tersebut membahas perkembangan dari konflik agraria Cinta Manis. Pada audiensi dan rapat di Gedung Graha Bina Praja Sumatera Selatan pada 10 April lalu, telah disepakati bahwa akan ada pengukuran ulang lahan.

Budi, salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa pada rapat tersebut, Asisten 1 menyampaikan akan memberikan surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengurus pengukuran ulang. Akan tetapi, pengukuran lahan belum juga dilaksanakan hingga sekarang. Sehingga atas nama Gertak, mahasiswa menitipkan pesan kepada Asisten 1 untuk mengadakan forum yang membahas pengukuran ulang.

“Kami memberi batas waktu hingga 23 April, tapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak memberikan konfirmasi mengenai pengukuran ulang. Di dalam pesan tersebut, tertulis bahwa jika tidak ada forum maka kita akan datang kembali dengan cara mahasiswa,” papar Budi.

Di samping itu, Rizky, salah satu peserta konsolidasi menyebutkan, tanggal 25 April mendatang akan dilaksanakan gerakan menuntut keadilan dan komitmen pemerintah untuk segera merealisasikan janjinya. Aksi tersebut akan diikuti oleh masyarakat dan mahasiswa menuntut keadilan. “Mari bersatu menjadi satu gerakan, yaitu gerakan kerakyatan,” serunya.

Dari Konsolidasi ini, masing-masing fakultas menyanggupi untuk mengadakan Mimbar Bebas serentak pada Rabu nanti demi menyuarakan konflik agraria ini. “Setelah Mimbar Bebas, kita akan lakukan pertemuan kembali untuk membahas persiapan aksi hari Kamis,” jelas Budi.

Dalam konsolidasi tersebut, berikut poin tuntutan yang akan dibawa saat aksi.

  1. Pemerintah melakukan pengukuran ulang lahan sebelum memasuki bulan puasa, paling lambat tanggal 5 Mei 2019. Dalam pengukuran lahan ini, mahasiswa ikut andil, sehingga tidak ada kecurangan yang terjadi,
  2. Mengadakan forum untuk membahas teknis pengukuran ulang lahan, yang dihadiri oleh pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat,
  3. Meminta Pemprov sungguh-sungguh dalam menyelesaikan masalah ini.

Ni’matul Hakiki Vebriawan, Presiden Mahasiswa Unsri mengatakan bahwa harapan masyarakat telah jatuh kepada mahasiswa. “Kita tidak perlu cerdas, yang penting peduli dan siap dengan apapun yang akan terjadi. Kita akan berjuang untuk orang-orang yang saat memperjuangkan haknya mereka dikriminalisasi,” ungkapnya.

Penulis: (gia)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *