BeritaNews

Konflik Lahan Tak Kunjung Usai, Gertak dan Satpol Gelar Konferensi Pers

OGAN ILIR, GELORASRIWIJAYA.CO – Jumat (20/12) Gerakan Anti Penindasan Rakyat (Gertak) bersama Serikat Pembaharu Tani Ogan Ilir (Satpol) menggelar Konferensi Pers di Simpang 3 Perbatasan Desa Betung dan Rengas.

Konferensi pers yang turut dihadiri oleh Polres Ogan Ilir ini membahas mengenai konflik lahan antara masyarakat Betung dengan PTPN VII yang tak kunjung usai. Padahal, alur untuk menyelesaikan kasus ini telah digiring masyarakat sejak tahun 2017 silam.

Berdasarkan pernyataan dari Dedi, Humas Satpol, sudah ada 3 warga yang lahannya digusur oleh PTPN VII. Bahkan, saat ini tumbuhan yang ditanam di lahan tersebut bukan lagi tebu, melainkan sawit yang notabene-nya di luar Hak Guna Usaha (HGU) yang telah diterbitkan.

Dalam press release, ada 3 poin tuntutan masyarakat Betung yang disampaikan oleh Muadz Amirudin selaku Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri), sebagai berikut:

  1. Mendesak gubernur Sumsel agar dapat mengambil sikap melalui SK atau Pergub yang berisi tentang pembebasan lahan atau redistribusi 177 hektare milik masyarakat desa Betung Kabupaten Ogan Ilir, dengan berpihak kepada masyarakat,
  2. Mendesak PTPN VII Cinta Manis untuk mengeluarkan surat keputusan sebagai bentuk sikap merealisasikan solusi penyelesaian konflik yang ditawarkan masyarakat bersama mahasiswa,
  3. Hentikan seluruh bentuk kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat keamanan negara kepada masyarakat dan aktifis reforma agraria.

Jika ketiga poin ini tidak direalisasikan hingga 3 hari ke depan, maka, masyarakat Betung melalui Gertak dan Satpol tidak segan untuk menduduki lahan seluas 177 hektare tersebut.

Penulis: (din)

Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!