Artikel

Kesehatan di Indonesia yang Memprihatinkan

Hari ini, 7 April, ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia, sekaligus menjadi hari berdirinya World Health Organization (WHO), yakni organisasi Kesehatan Dunia dengan tema “Cakupan Kesehatan Universal: Semua Orang, di Mana Saja”. Peringatan ini diselenggarakan untuk menyadari betapa pentingnya kesehatan global. Hari Kesehatan Sedunia menjadi salah satu cerminan bagi Indonesia. Bangsa ini memiliki masalah yang cukup besar dalam bidang kesehatan.

Kesehatan di Indonesia sangat memerlukan perhatian khusus, hal ini terkait dengan  jumlah penduduk yang sangat besar, yakni mencapai angka 262 juta jiwa, serta wilayah yang luas dan terdiri dari 17744 pulau yang tersebar. Kesenjangan sosial serta persebaran penduduk yang tidak merata juga merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa ini. Di Indonesia, akses kesehatan juga terbatas, ada beberapa wilayah dengan akses kesehatan sangat minim, seperti di daerah pedalaman Indonesia.

Hari peringatan ini membawa pesan, yaitu memberi akses kesehatan tanpa kesulitan biaya bagi siapapun, baik dari kalangan bawah maupun kalangan berada. Akan tetapi, faktanya saat ini semua itu seakan hanya menjadi simbol. Banyak rumah sakit di Indonesia yang masih menetapkan kasta dalam pelayanannya, golongan kaya mereka perlakukan dengan sangat baik, sedangkan mereka yang berasal dari golongan tidak punya terkadang tidak diperlakukan dengan semestinya. Bahkan, ada rumah sakit yang menolak pasien miskin.

Seperti kejadian beberapa waktu lalu, karena kekurangan uang muka, bayi Tiara Debora meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, lantaran diduga tidak mendapatkan penanganan medis di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Ditambah, rumah sakit tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Padahal, sang bayi harus segera mendapatkan perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya.

Peringatan Hari Kesehatan Dunia ini merupakan momentum yang tepat untuk membenahi masalah pelayanan kesehatan di Indonesia, juga tepat untuk menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, utamanya yang terkait dengan peningkatan kesehatan lingkungan untuk mencegah munculnya penyakit, karena mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Kesehatan dapat meningkatkan produktivitas yang menambah kualitas bangsa, pada akhirnya membentuk pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Fatmawati

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *