ArtikelUncategorized

Kenapa Telepon Genggam Bisa Meledak?

Melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini telah banyak memunculkan berbagai macam telepon genggam. Jika dulu telepon genggam digunakan sebagai alat komunikasi, lain halnya saat ini yang mulai dilengkapi berbagai fitur menarik untuk digunakan menonton televisi, mengirim data dan sebagainya. Berbagai jenis telepon genggam terus meningkat, baik dari segi bentuk dan fasilitas yang ditawarkan serta harga yang relatif murah.

Namun, dibalik kecanggihan telepon genggam yang kita miliki terdapat bahaya yang siap mengintai kapan saja. Seperti beberapa pemberitaan belakangan ini mengenai telepon genggam yang meledak. Salah satu yang menghebohkan jagat raya yaitu tewasnya seorang pengusaha Malaysia akibat terkena pecahan dan luka bakar yang disebabkan meledaknya telepon genggam saat mengisi daya baterai. Baru-baru ini juga terjadi di Indonesia, seorang karyawati harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka robek pada bagian wajahnya.

Tentu pemberitaan mengenai telepon genggam meledak ini kerap menimbulkan kepanikan tersendiri bagi penggunanya. Lantas apa yang menyebabkan hal itu dapat terjadi? Dengan cara apa agar telepon genggam yang kita miliki tidak mudah meladak?

Pada titik tertentu, panas dari telepon genggam masih wajar. Panas yang berlebihan saat mengisi baterai lah yang menjadi suatu bahaya karena dapat membuat perangkat meledak. Oleh karena itu, hindarilah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan telepon genggam meledak.

Layaknya seperti manusia yang membutuhkan istirahat begitu juga dengan telepon genggam. Perlu bagi kita juga sedikit membatasi penggunaan telepon genggam, dengan cara istirahat sejenak menggunakannya saat dalam keadaan pengisian daya. Disamping itu, saat pengisian daya telepon genggam akan menghasilkan panas, jika dibarengi dengan memainkannya saat dicas tentu akan sangat membahayakan. Sebab suhu yang dihasilkan oleh telepon genggam akan meningkat dua kali lipat atau bahkan lebih.

Selain dari penggunaan telepon genggam saat mengisi daya yang menjadi kebiasaan buruk lainya adalah pengisian daya yang terlalu lama. Dewasa ini banyak telepon genggam canggih yang sudah memliki kemampuan untuk memutus arus pengisian daya jika telah terisi secara penuh. Tak bisa dipungkiri kita harus tetap waspada akan hal yang satu ini. Ada baiknya juga kita terus memperhatikan waktu pengisian daya pada telepon genggam agar tidak terlalu lama yang nantinya dapat menyebabkan baterai cepat soak. Sebaiknya pengisian daya baterai juga dapat dilakukan jika baterai telepon genggam yang kita miliki dalam kedaan 0%.

Keadaan baterai yang tidak layak pakai. Memperhatikan baterai telepon genggam yang kita gunakan juga dirasa perlu. Baterai yang memiliki cacat fisik sebaiknya tidak lagi digunakan. Keadaan baterai yang cacat akan menyebabkan baterai mudah bocor dan menimbulkan ledakan bila ada kontak dengan listrik. Ditambah lagi dengan cairan yang terdapat dalam baterai yang mudah terbakar.

Kebiasaan buruk berikutnya adalah penggunaan charger yang tidak orisinil. Kebiasaan meminjam charger ke teman saat baterai habis kerap kali terjadi. Meminjam charger ini bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan saat lupa membawa charger telepon genggam atau bahkan charger bawaan saat membeli telepon genggam sudah rusak. Kebiasaan buruk ini harus dihindari untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan charger telepon genggam yang tidak orisinil akan membuat perangkat telepon menjadi sensitif dan cepat panas. Sebaiknya belilah charger telepon genggam orisinil yang baru untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan.

Hindari juga pemakaian telpon genggam yang terkena paparan sinar matahari secara berlebihan. Paparan sinar matahari akan merusak komponen yang ada pada telepon genggam. Rusaknya komponen akan berdampak pada hangus dan meledaknya telepon genggam. Walaupun perisitiwa meledaknya telepon genggam karena paparan sinar matahari jarang kita dengar, ada baiknya mencegah sebelum terjadi.

Masihkah melakukan kebiasaan buruk di atas pada penggunaan telepon genggam? Mulailah dari sekarang untuk menggunakan telepon genggam dengan bijak. Ingat, nyawa yang kita miliki tidaklah sebanding dengan telepon genggam yang harganya tidak seberapa.

Penulis : Juniancandra Adi Praha

Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *