science

Kenapa Air Limbah harus Diolah Ulang?

Bertepatan pada hari air sedunia (22/3) dengan tema Wastewater atau dalam bahasa Indonesia artinya Air Limbah, didasari dengan masyarakat kurang peduli terhadap air limbah, diperkirakan 80% dari air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat dunia, masuk kembali ke alam tanpa melalui proses penanganan yang benar dan bahkan kemudian dipergunakan kembali. Dengan mengangkat Wastewater diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bertindak mengurangi limbah yang dibuang dan meningkatkan daur ulang dan penggunaan kembali air limbah secara aman.

Air merupakan salah satu elemen alam yang selalu ada dalam kegiatan manusia. Namun setelah digunakan air tersebut akan menjadi air buangan atau air limbah. Hampir di semua tempat pasti menghasilkan limbah atau buangan air seperti industri bahkan rumah tangga. Umumnya air limbah mengandung bahan yang dapat membahayakan untuk kesehatan serta juga berpotensi untuk mencemari lingkungan.

Air limbah merupakan campuran dari sampah cair yang berasal dari daerah perdagangan, perkantoran, pemukiman, industri, perumahan yang bercampur dengan air permukaan, air hujan, dan atau air tanah. Hampir seluruh kegiatan manusia menghasilkan limbah air. Jenis air limbah terbagi dua diantaranya air limbah rumah tangga dan industri.
Jenis yang pertama adalah air buangan dari sisa kegiatan rumah tangga yang berasal dari pemukiman penduduk. Umumnya air limbah rumah tangga gabungan dari sisa kegiatan kamar mandi, sisa kegiatan dapur seperti memasak dan mencuci piring, dan sampah cair. Pada umumnya air limbah rumah tangga berbahan organik.

Kemudian yang kedua adalah air buangan dari industri. Air ini berasal dari kegiatan industri yang merupakan sisa dari proses produksi. Oleh karena itu zat-zat yang terkandung didalamnya tergantung dari industri tersebut sesuai bahan baku yang dipakai. Beberapa zat yang umum ditemukan dalam air limbah industri adalah zat pelarut, logam berat, mineral, zat pewarna, garam, lemak, amoniak, sulfida, nitrogen dan sebagainya. Oleh karena itu wajib bagi para pelaku industri untuk mengolah limbahnya terlebih dahulu agar layak dibuang ke lingkungan. Lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku industri yang tidak mau mengolah limbah menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan sekitar. Jika dipikirkan lebih jauh maka tak sekedar itu kerugiannya, rusaknya lingkungan dapat berdampak pada matinya makhluk hidup disana yang kemudian dapat mematikan mata pencaharian penduduk yang biasanya bekerja sebagai nelayan. walaupun jika para nelayan nekat, ikan beracun yang tercemar limbah tersebut dapat meracuni manusia yang memakannya. karena secara tidak langsung kita memakan limbah tersebut. Oleh karena itu pengolahan limbah menjadi suatu hal yang sangat penting dan wajib untuk melindungi alam ini.

Karena 80% air mengalir begitu saja ke sungai, laut dan ke tempat yang lain tanpa melalui proses pengolahan. Hal tersebut berpotensi menjadi air limbah yang terlewatkan begitu saja. Padahal, diwaktu yang sama, ketersediaan air untuk air baku air minum masih sangat minim. Air baku, tidak sebanding dengan jumlah permintaan dan kebutuhan, seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia. Setiap tahun, data memperlihatkan masih banyak anak-anak meninggal dunia akibat buruknya sanitasi dan pencemaran air. Kita perlu meningkatkan pengumpulan dan pengolahan air limbah dan aman menggunakannya kembali. Pada saat yang sama, kita perlu mengurangi kuantitas dan polusi beban air limbah yang kita hasilkan, untuk membantu melindungi lingkungan dan sumber daya air.

Penulis: Yuli Susanti

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *