Berita

Kaca Pintu Pecah, Siapa yang Salah?

INDRALYA, GELORA SRIWIJAYA.CO      Aksi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) berbuntut panjang dari kejadian tersebut, pihak mahasiswa membuat laporan ke Polres Ogan Ilir atas tindakan pemukulan terhadap kedua rekannya. Kemarin (3/8) Dedi satria dan Agus Rianto melakukan pelaporan tindakan resprensif aparat kepolisian dan kemanan kampus Unsri yang telah melakukan pemukulan.

Pada waktu yang hampir bersamaan setelah pemukulan terhadap Dedy dan Agus pada pukul 17.21WIB pihak Rektorat melakukan pelaporan kepada kedua mahasiswa tersebut atas tindakan merusak Barang Milik Negara. Hal ini dibenarkan oleh pihak kepolisian Ogan Ilir.



Surat pelaporan pihak Rektorat mengungkapkan pelaku pemecahan kaca tersebut adalah Dedy satria. Wakil Rektor III ketika dihubungi via telepon oleh kru GS mengatakan “sebelum melakukan pelaporan telah meminta keterangan beberapa saksi dari pihak kemanan kampus dan pihak kepolisian”.

1632/UN9/LL/2017 yang di rilis dari pihak Rektorat Unsri

Dalam surat dengan nomor 1632/UN9/LL/2017 yang di rilis oleh pihak Unsri dan ditandatangani oleh WR I, II, III dan IV dituliskan bahwa “ 2(dua) oknum Mahasiswa atas nama Dedi satria dan Agus Rianto tertangkap tangan melakukan pengrusakan Barang Milik Negara (BMN) berupa tindakan memecahkan kaca pintu keluar disisi kiri gedung rektorat Unsri Inderalaya”.

Namun berbeda apa yang diklarifikasikan oleh Aliansi Unsri peduli UKT  (Uang Kuliah Tunggal) bahwa saat kejadian kaca pecah Dedy sedang ingin membuka pintu yang berbahan dasar kaca tersebut di halau oleh pihak keamanan Unsri dan terjadi dorongmendorong, mereka mengklaim bahwa satpam berilisial M menjadi pelaku pemecah kaca tersebut mengunakan alat pentungan.

rilis resmi akun @unsripeduli_ukt di Instagram

“Ada dua laporan masuk dari dua pihak yang berbeda, dari pihak mahasiswa melaporkan mengenai tindakan pemukulan, kemudian laporan dari pihak Unsri yaitu diduga pengrusakan aset kampus” ujar AKP. Agus Sunandar, Kasatreskrim Polres Ogan Ilir saat tim GS temui di ruang kerjanya.

Selain itu terdapat juga klarifikasi dari mahasiswa mengenai kronologi versi mahasiswa yang tersebar dari pagi tadi. “Laporan dari kedua belah pihak akan kami tampung dulu, karena kami tidak punya hak melarang orang untuk melapor” sambung Kanit 4 IPTU. Sondi. “Terkait dugaan terlibatnya anggota kepolisian dalam pemukulan mahasiswa, tetap akan kami proses jika memang terbukti oknum tersebut bersalah” tutup Agus Sunandar.

Penulis  (max)
Editor  (yst)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!