Artikel

Intip Omset Salah Satu Layanan Ojek Online Mahasiswa Unsri

Saat ini banyak transportasi online yang mulai berkembang pesat di Indonesia. Salah satu transportasi online yang banyak memikat masyarakat adalah keberadaan ojek online yang dapat memudahkan aktivitas sehari-hari. Seperti yang kita ketahui diantaranya seperti layanan Gojek, Grab dan Uber.

Namun, keberadaan ojek online saat ini  hanya ada di kota besar dan belum mampu masuk ke daerah. Sehingga dengan adanya potensi ini, mahasiswa yang memiliki jiwa bisnis dan kreatifitas menjadikannya sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Selain itu, karena melihat keberadaan Univeristas Sriwijaya (Unsri) yang letaknya tidak di tengah kota ditambah lagi dengan banyaknya mahasiswa yang sangat membutuhkan layanan ojek online.

Hal inilah yang membuat Firdaus dan sebelas temannya mendirikan sebuah layanan ojek online untuk membantu mahasiswa. Dimana ojek online bernama Go-US ini, sudah berdiri sejak 2017 silam. Berbeda dengan layanan ojek online pada umunya yang menggunakan aplikasi dalam melakukan transaksi, Go-US hanya menggunakan Line Official berbayar dalam melakukan transaksinya.

Go-US tidak hanya memberikan layanan berupa ojek online saja. Melainkan ada beberapa layanan lainnya yaitu go food, go send, go laundry, go mart, go pulsa, go print dan Go-US sendiri juga membuka layanan untuk membantu mahasiswa yang ingin pindahan. Tarif yang ditawarkan sendiri juga beragam, mulai dari rute terdekat sebesar 3 ribu rupiah sampai dengan rute terjauh sebesar 15 ribu rupiah sedangkan untuk layanan pindahan dan rute diluar yang telah disediakan dapat melakukan negosiasi harga. Lantas bagaimanakah omset layanan Go-US itu sendiri?

Omset yang dihasilkan dari menjalankan usaha ini terbilang menjanjikan. Pasalnya banyak mahasiswa yang mulai bergabung untuk menjadi rider. Sampai saat ini saja telah tercatat sebanyak 92 rider resmi. Banyak dampak yang juga dirasakan bagi para rider, mulai dari penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bahkan mampu membeli handphone serta sepeda motor baru. Selain itu, rider Go-US yang memiliki tanggung jawab sebagai mahasiswa juga mampu membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Berbicara omset Go-US, dalam satu hari mampu menghasilkan rata-rata sebesar 1.8 juta rupiah di hari kuliah. Sedangkan di hari libur sabtu-minggu omset yang dihasilkan rata-rata sebesar 1 juta rupiah Jika diakumulasikan dalam sebulan rata-rata omset yang dihasilkan adalah sebesar 42 juta rupiah dan dalam kurun waktu satu tahun yang dikurangi libur semester ganjil dan genap omset rara-rata sebesar 336 juta rupiah.

Untuk omset rider sendiri tidak menentu, karena penghasilan yang didapatkan tergantung bagaimana keaktifan rider mengambil orderan. Terkadang  satu  rider bisa menghasilkan lebih dari 200 ribu rupiah per hari atau sekita 3 juta rupiah  per bulan. Namun, untuk rider yang kurang aktif mengambil orderan hanya mendapatkan penghasilan kurang lebih sebesar 60 ribu rupiah per hari.

Dalam pengelolaan Go-US ini dikenal dengan sistem pajak atau bagi hasil, dimana dari seluruh penghasilan rider dipotong 10%  per 10 hari. Pajak tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional seperti pembayaran aplikasi Line Official berbayar 250 ribu rupiah per bulan, pembayaran id premium 200 ribu rupiah per tahun,  pembuatan stiker, pamflet dan sejenisnya untuk pemasaran sekitar 200 ribu rupiah per bulan,  pembayaran NPWP 540 ribu rupiah per tahun , uang Kas untuk pengembangan Go-US, gaji customer service yang tugasnya merekap orderan, dan juga  program amal yang merupakan program tanggung jawab sosial setiap dua bulan sekali seperti berkunjung ke panti untuk berbagi makanan serta membantu kebutuhan bencana dan sejenisnya.

Melihat dari besarnya peluang dan manfaat adanya Go-US ini, menimbulkan harapan yang besar dari pendirinya. Dimana harapannya layanan ojek online ini dapat berkembang dan tidak hanya mahasiswa yang menikamti, tetapi masyarakat sekitar juga dapat menikmatinya. Namun, sampai saat ini masih terkendala dalam hal aplikasi yang dapat memudahkan proses transaksi. Dengan harapan aplikasi tersebut dapat diciptakan melalui kerjasama pihak Unsri.

Penciptaan aplikasi juga sebagai langkah untuk mengurangi kendala yang dirasakan. Diantaranya kendala dalam sistem ordernya. Dimana sistemnya yaitu chat di aplikasi yang tersambung ke semua rider dan sering eror.

Besar bukan omset yang dihasilkan dalam menjalankan layanan ojek online ini?

Penulis: Syahroini

Editor: Desi Rahma

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!